Ringkasan Berita
- BRI Kediri mendukung pengembangan peternak sapi perah di Desa Babadan, Kecamatan Ngancar.
- Kredit usaha membantu peternak meningkatkan populasi ternak dan kapasitas produksi susu.
- Kelompok ternak Karya Abadi berkembang sejak mendapatkan pembiayaan pada 2020.
- Tingginya kebutuhan susu untuk program MBG membuka peluang pertumbuhan peternakan rakyat.
- BRI Kediri Perkuat Pengembangan Peternak Sapi Perah di Lereng Gunung Kelud
Kediri (tahukediri.id) – BRI Kediri terus memperkuat dukungannya terhadap sektor peternakan rakyat dengan mendorong pengembangan usaha sapi perah di Desa Babadan, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri. Desa yang berada di lereng Gunung Kelud tersebut dikenal sebagai salah satu sentra peternakan sapi perah terbesar di wilayah Kediri.
Mayoritas warga Desa Babadan menggantungkan perekonomian dari usaha peternakan sapi perah. Bahkan jumlah populasi ternak di desa tersebut disebut lebih banyak dibanding jumlah penduduknya.
“Masyarakat di sini mayoritas adalah peternak sapi perah, bahkan jumlah penduduknya kalah banyak dengan jumlah sapinya,” ujar Ketua Kelompok Ternak Sapi Perah Karya Abadi, Purnomo (48).
Keterbatasan Modal Jadi Tantangan Utama Peternak
Purnomo menjelaskan, sebelum mendapatkan akses pembiayaan dari BRI, para peternak menghadapi kendala besar dalam mengembangkan usaha. Tingginya harga sapi perah betina membuat peternak sulit menambah populasi ternak secara mandiri.
Saat ini harga seekor sapi perah betina berkisar antara Rp25 juta hingga Rp35 juta. Nilai tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi peternak skala kecil yang ingin meningkatkan kapasitas usahanya.
“Karena harga sapi perah betina sudah Rp25 juta sampai Rp35 juta, jadi untuk mengembangkan juga sangat berat,” katanya.
Melihat kondisi tersebut, Kelompok Ternak Sapi Perah Karya Abadi yang saat itu beranggotakan 24 peternak menjalin komunikasi dengan BRI Unit Ngancar pada tahun 2020 untuk mencari solusi pembiayaan.
Kredit BRI Dorong Pertumbuhan Populasi Ternak
Melalui skema pembiayaan yang diberikan BRI, kelompok ternak memperoleh akses kredit yang kemudian disalurkan kepada anggota sesuai kebutuhan usaha masing-masing.
“Waktu itu kami menerima kredit atas nama kelompok, lalu disalurkan ke anggota,” ungkap Purnomo.
Program tersebut menjadi titik penting dalam perkembangan usaha peternakan sapi perah di Desa Babadan. Para peternak mulai mampu menambah jumlah ternak dan meningkatkan kapasitas produksi susu.
Purnomo menjadi salah satu contoh keberhasilan program tersebut. Sebelum mendapatkan akses pembiayaan, ia hanya memiliki tiga ekor sapi perah. Kini jumlah ternaknya meningkat menjadi 23 ekor.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada BRI atas dukungan kredit dan kepercayaan kepada kelompok ternak sapi perah di Desa Babadan ini. Semoga program ini terus berjalan agar kami bisa terus berkembang,” ucapnya.
Peluang Besar dari Program Makan Bergizi Gratis
Menurut Purnomo, prospek usaha sapi perah saat ini semakin menjanjikan seiring meningkatnya kebutuhan susu nasional. Salah satu faktor pendorong adalah implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan pasokan susu dalam jumlah besar.
Di tingkat peternak, permintaan susu dari berbagai produsen terus meningkat. Bahkan dalam beberapa periode, kebutuhan pasar disebut masih lebih tinggi dibandingkan pasokan yang tersedia.
Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi peternak sapi perah untuk meningkatkan populasi ternak sekaligus kapasitas produksi susu.
Ia berharap dukungan pembiayaan dari BRI dapat terus berlanjut sehingga para peternak mampu memperbesar skala usaha dan memenuhi kebutuhan pasar yang terus bertumbuh.
BRI Fokus Dukung Sektor Produksi dan Ekonomi Kerakyatan
Branch Manager BRI Branch Office Kediri, Adi Nugroho, menegaskan bahwa BRI memiliki komitmen kuat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pembiayaan sektor produktif.
Menurutnya, sektor peternakan merupakan salah satu fokus utama karena memiliki kontribusi besar terhadap ketahanan pangan dan perekonomian daerah.
“Terlebih di sektor peternak sapi perah ini linier dengan program pemerintah pusat, sehingga kami selalu siap mendampingi dan mendorong untuk terus berkembang,” tegasnya.
Adi menjelaskan bahwa dukungan BRI tidak berhenti pada penyaluran kredit usaha. BRI juga memberikan pendampingan, edukasi finansial, serta penguatan kapasitas usaha agar para pelaku usaha mampu mengelola bisnisnya secara sehat dan berkelanjutan.
Melalui pembiayaan yang tepat serta pendampingan yang berkesinambungan, BRI berharap sektor peternakan sapi perah di lereng Gunung Kelud terus berkembang dan mampu menjadi salah satu penopang kebutuhan susu nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat di Kabupaten Kediri. ***

