Kediri (tahukediri.id) – KONI Kabupaten Kediri, mengapresiasi terselenggaranya Musyawarah Kabupaten (Muskab) Federasi Savate Indonesia (FSI) yang diselenggarakan di Ruang Rapat Kantor KONI Kabupaten Kediri, Jalan Dr. Soetomo No. 1, Pelem, Pare, Kabupaten Kediri, Rabu (15/7/2026).
Ketua KONI Kabupaten Kediri, Hakim Rahmadsyah Parnata, turut menyampaikan selamat atas terpilihnya Dewi Anggraeni sebagai Ketua FSI periode 2026-2030.
“Saya mengucapkan selamat kepada Ibu Dewi Anggraeni yang telah mendapatkan amanah sebagai Ketua Umum FSI Kabupaten Kediri masa bakti 2026–2030. Amanah ini merupakan tanggung jawab besar untuk membawa Savate Kabupaten Kediri semakin maju, solid, dan berprestasi. Saya berharap kepengurusan yang baru segera menyusun program kerja yang terarah, memperkuat pembinaan atlet secara berjenjang, serta membangun sinergi dengan KONI Kabupaten Kediri dan seluruh stakeholder olahraga,” ujarnya.
Terpilihnya Dewi Anggraeni secara aklamasi menjadi momentum awal pengembangan olahraga Savate di Kabupaten Kediri. Cabang olahraga bela diri asal Prancis yang memadukan teknik tinju dan tendangan ini diharapkan mampu menjadi salah satu penyumbang prestasi bagi daerah.
Hakim menegaskan, KONI Kabupaten Kediri siap memberikan dukungan terhadap pembinaan Savate agar mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat bersaing di berbagai kejuaraan.
“Mari bersama-sama mewujudkan prestasi terbaik demi mengharumkan nama Kabupaten Kediri di tingkat Provinsi Jawa Timur maupun nasional,” ujar Hakim.
Sementara itu, Ketua FSI Kabupaten Kediri terpilih, Dewi Anggraeni, menargetkan Savate menjadi salah satu cabang olahraga unggulan Kabupaten Kediri, khususnya menghadapi Porprov Jawa Timur 2027 dan Porprov 2029 saat Kabupaten Kediri menjadi tuan rumah.
“Visi misi kedepannya kami dr FSI Kabupaten Kediri pada porprov 2027 dan 2029 Kab Kediri menjadi tuan rumah porprov adalah menjadikan Cabor Savate sebagai lumbung medali emas bagi Kabupaten Kediri dan tentunya menyelamatkan generasi muda dari berbagai hal negatif yg dapat merusak masa depan mereka, seperti narkoba dll,” katanya.
Meski organisasi FSI Kabupaten Kediri baru terbentuk, Dewi optimistis mampu mencetak atlet-atlet berprestasi. Menurutnya, pengalaman pembinaan atlet di berbagai cabang olahraga menjadi modal kuat untuk membangun prestasi Savate.
“Kalau atlet-atlet binaan kami sudah banyak mencetak prestasi di berbagai Cabor, untuk Savate Kab kediri baru dibentuk, segera kami gas untuk berbagai prestasi di semua pertandingan Savate,” tegasnya.
Ke depan, lanjutnya, FSI Kabupaten Kediri akan fokus membuka pelatihan melalui camp-camp Savate di berbagai wilayah, memperluas pembinaan usia dini, serta aktif mengikuti berbagai kejuaraan sebagai ajang pencarian bibit atlet potensial.
Muskab yang berlangsung tertib dan penuh semangat kebersamaan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Pengurus Provinsi FSI Jawa Timur, Kharis Fadillah, jajaran Pengurus KONI Kabupaten Kediri, serta perwakilan klub-klub Savate se-Kabupaten Kediri.
Dengan kepengurusan baru, FSI Kabupaten Kediri berharap mampu mencetak atlet yang mampu berprestasi mulai dari Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), Pekan Olahraga Nasional (PON), SEA Games, hingga Olimpiade, sekaligus menjadikan Savate sebagai kebanggaan baru olahraga Kabupaten Kediri. [nik/ang]

