Kediri (tahukediri.id) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet Indonesia di kancah internasional. Atlet panjat tebing asal Kota Kediri, Putra Dwi Ramadhani, berhasil meraih medali emas pada nomor lead dalam ajang World Climbing Series Praha 2026 yang berlangsung di Praha, Ceko.
Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian penting bagi karier Putra sekaligus mempertegas kualitas pembinaan atlet panjat tebing dari daerah yang mampu bersaing di level dunia. Raihan emas ini juga menjadi salah satu prestasi internasional terbesar yang pernah dicatatkan atlet asal Kota Kediri.
Putra tampil impresif sepanjang kompetisi dan berhasil mengungguli sejumlah pemanjat terbaik dunia pada nomor lead. Hasil tersebut menjadi peningkatan signifikan dibandingkan penampilannya pada World Climbing Series Koper 2025, saat ia berhasil menembus babak final dan mengakhiri kompetisi di peringkat keenam.
Perjalanan Putra menuju podium tertinggi tidak diraih secara instan. Atlet muda tersebut merupakan hasil pembinaan berjenjang yang dimulai dari level daerah sebelum berkembang ke tingkat provinsi, nasional, hingga akhirnya memperkuat tim nasional Indonesia.
Prestasi di Praha menjadi bukti bahwa atlet daerah memiliki peluang yang sama untuk bersaing di panggung internasional apabila didukung pembinaan yang konsisten, sistematis, dan berkelanjutan. Keberhasilan ini juga memperlihatkan semakin berkembangnya olahraga panjat tebing Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir terus menunjukkan prestasi di berbagai ajang dunia.
Bagi Kota Kediri, capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena menunjukkan bahwa daerah mampu melahirkan atlet berkelas dunia yang membawa nama Indonesia di tingkat internasional. Keberhasilan Putra juga diharapkan mampu meningkatkan minat generasi muda terhadap olahraga panjat tebing serta mendorong lahirnya atlet-atlet potensial lainnya.
Putra mengaku bersyukur atas pencapaian yang diraihnya di Praha. Menurutnya, medali emas tersebut menjadi motivasi untuk terus berkembang dan mempertahankan prestasi pada kompetisi internasional berikutnya.
“Ini adalah final kedua saya dan emas pertama. Emas ini menjadi motivasi untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama Indonesia,” ujar Putra sebagaimana dikutip dari media sosial KONI Kota Kediri, Senin (8/6/2026).
Sementara itu, Pendiri Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Kediri yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Umum KONI Kota Kediri, Sri Wibowo, menyampaikan apresiasi atas pencapaian yang diraih atlet binaannya tersebut.
Menurut Sri Wibowo, keberhasilan Putra merupakan hasil dari proses panjang yang dibangun melalui disiplin, kerja keras, serta sikap positif selama menjalani pembinaan.
“Saya mengucapkan selamat kepada Putra Dwi Ramadhani yang bisa menjadi juara dunia di World Climbing. Tentunya FPTI yang pernah saya dirikan di Kota Kediri sangat bangga karena berhasil mencapai prestasi dunia,” katanya.
Ia menilai Putra memiliki karakter atlet yang kuat sejak usia muda. Selain kemampuan teknis yang terus berkembang, Putra juga dikenal memiliki disiplin tinggi dan kemauan belajar yang baik selama menjalani proses pembinaan.
“Anaknya memiliki attitude yang sangat baik, disiplin, dan terus berkembang mulai dari kejuaraan daerah, Kejurprov, Puslatda, PON, Pelatnas hingga sekarang menjadi bagian dari Tim Nasional Indonesia,” ujarnya.
Sri Wibowo bahkan menyebut keberhasilan tersebut sebagai salah satu momen bersejarah bagi dunia panjat tebing Indonesia, khususnya pada nomor lead.
Raihan medali emas World Climbing Series Praha 2026 menjadi tonggak penting dalam perjalanan karier Putra Dwi Ramadhani sekaligus kebanggaan bagi Kota Kediri dan Indonesia. Prestasi ini menunjukkan bahwa pembinaan olahraga yang berkelanjutan mampu melahirkan atlet berkelas dunia dari daerah. [nik/ang]

