Kediri (tahukediri.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap sektor pertanian. Mulai dari mempermudah pengurusan barcode solar bersubsidi hingga membangun sekitar 380 sumur submersible bagi kelompok tani.
Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri Sukadi mengatakan, petani kini tidak perlu lagi datang ke kantor dinas untuk mengurus barcode pembelian solar bersubsidi. Seluruh proses bisa dilakukan melalui pemerintah desa dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
“Jadi kami pakai aplikasi, petani lapor ke desa, desa nanti disampaikan ke PPL, PPL ke dinas. Insyaallah dalam sehari barokahnya sudah nyampe ke petani,” jelasnya.
Menurutnya, kemudahan tersebut diberikan agar petani dapat segera memperoleh solar bersubsidi untuk mengoperasikan pompa air, mesin diesel, hand traktor, maupun alat dan mesin pertanian (alsintan) lainnya saat memasuki musim kemarau.
Sementara untuk menjamin ketersediaan bahan bakar, pihaknya mengaku terus berkoordinasi dengan Pertamina agar kebutuhan solar bersubsidi bagi petani menjadi prioritas. Meski hingga saat ini, belum ada laporan dari petani terkait kesulitan memperoleh solar di SPBU.
“Kami dengan Pertamina selalu berkomunikasi dan berkoordinasi bahwasanya terkait dengan kebutuhan solar ini, tolong petani untuk diprioritaskan. Alhamdulillah sampai hari ini enggak ada keluhan dari teman-teman lapangan menyampaikan kalau di SPBU sana dipersulit atau apa, enggak ada. Insyaallah lancar,” jelasnya.
Pihaknya juga menegaskan bahwa tidak ada pembatasan khusus untuk solar subsisi bagi petani selama penggunaannya benar-benar untuk kepentingan pertanian. Pengawasan difokuskan agar solar bersubsidi tidak disalahgunakan untuk kebutuhan di luar sektor pertanian, khususnya industri.
“Enggak ada. Enggak ada (pembatasan kuota). Yang penting yang kami awasi jangan sampai solar bersubsidi alasannya untuk alsintan tapi dibeli digunakan untuk industri. Itu yang kami awasi,” tegasnya.
Selain itu, koordinasi juga dilakukan bersama PLN Kediri dan PLN Mojokerto guna memastikan pasokan listrik bagi ratusan sumur submersible yang akan dibangun. Mengingat, operasional sumur tersebut membutuhkan daya listrik yang cukup besar.
Selain itu, Dispertabun juga telah memastikan ratusan bantuan pompa air yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Kediri dalam kondisi siap digunakan apabila dibutuhkan petani.
Tak hanya itu, pada tahun ini Pemkab Kediri juga akan membangun sekitar 380 titik sumur submersible yang didanai melalui APBN dan APBD Kabupaten Kediri. Program tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat ketersediaan air irigasi di tengah ancaman kekeringan.
“Jadi nanti sumur itu akan kita berikan kepada kelompok-kelompok tani yang ada gitu. Jadi mengantisipasi musim kemarau sudah kita lakukan langkah-langkah seperti itu,” tandasnya.

