Kediri (tahukediri.id) – Tiga peristiwa kebakaran terjadi dalam waktu hampir bersamaan di Kabupaten Kediri, Kamis (3/9/3026).
Di antaranya Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri mengatasi kebakaran di Silo Pabrik Kayu milik Perhutani Plywood Industri Kecamatan Puncu, Lahan Tebu PT. SGN Kecamatan Ngancar serta rumpun bambu di Kecamatan Pare.
Kebakaran pertama terjadi di Perhutani Plywood Industri, Jalan Natuna Kapasan, Dusun Kapasan, Desa Gadungan, Kecamatan Puncu. Laporan diterima Damkar Kabupaten Kediri sekitar pukul 12.00 WIB.
Petugas dari Damkar Pos Pare langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 12.05 WIB dan tiba lima menit kemudian.
Plt. Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono menyampaikan berdasarkan keterangan di lapangan, kebakaran diketahui ketika pekerja sedang melakukan pengecekan area silo. Mereka mendapati kepulan asap berasal dari bagian atas silo. Setelah diperiksa, ternyata terdapat bara api di dalam silo.
“Saat pekerja sedang mengontrol area silo, mendapati adanya kepulan asap dari atas silo. Saat dicek ternyata sudah membara di dalam silo. Indikasi kebakaran disebabkan mesin pemotong overheat dan menciptakan percikan Api,” katanya.
Sebanyak dua unit armada Damkar Pos Pare berkapasitas masing-masing 5.000 liter dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Operasi tersebut melibatkan tujuh personel. Api berhasil dipadamkan hingga pukul 15.30 WIB.
Akibat kejadian tersebut, kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp200 ribu. Namun, petugas berhasil menyelamatkan aset yang ditaksir senilai Rp50 juta.
Sebelumnya, di waktu yang hampir bersamaan yakni sekitar 11.40 WIB, Damkar Kabupaten Kediri juga mendapat laporan kebakan di Ngancar. Tepatnya lahan tebu bapak Yuda PT. SGN.
Tim Damkar Pos Pare langsung bergerak menuju lokasi sekitar pukul 11.47 dan tiba pukul 12.10.
Kaleb mengatakan, peristiwa tersebut diduga terjadi akibat unsur kesengajaan oleh orang tak dikenal. Api sendiri diketahui oleh karyawan PT. SGN saat melakukan patroli.
“Adanya kebakaran lahan tebu yang diketahui oleh karyawan PT. SGN yang sedang melakukan patroli. Lahan tebu tiba-tiba terbakar dan api membesar yang diduga dibakar oleh orang yang tidak dikenal,” terangnya.
Untuk mengatasi kobaran api, satu unit armada Damkar berkapasitas 5.000 liter dengan lima personel diterjunkan ke lokasi.
Setelah dilakukan pemadaman, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam sekitar pukul 13.55 WIB.
Kebakaran tersebut diperkirakan menimbulkan kerugian sekitar Rp120 juta, sementara aset senilai kurang lebih Rp23 juta berhasil diselamatkan.
Tak lama setelah itu, sekitar pukul 13.45 WIB, Pos Damkar Kabupaten Kediri tepatnya Pos Damkar kembali menerima laporan kebakaran rumpun bambu di Dusun Bendo Kidul, Desa Bendo, Kecamatan Pare.
“Adanya laporan dari warga mengenai kebakaran rumpun bambu yang dekat dengan pondok darul hikam,” terang Kaleb.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Damkar Kab. Kediri Pos Grogol berangkat menuju lokasi pada pukul 13.47 WIB dan sampai di lokasi pukul 14.20 WIB.
Lebih lanjut Kaleb menuturkan berdasarkan laporan di lapangan, api berasal dari aktifitas warga membakar sampah. Angin kencang membuat api membesar dan merembet ke rumpun bambu dan tumpukan kayu sekitarnya.
“Angin kencang membuat api membesar dan merembet ke rumpun bambu dan sempat merembet ketumpukan kayu yang berada di atas bangunan pondok darul hikam, namun petugas berhasil memadamkan sebelum api membesar,” jelasnya.
Untuk mengatasi kobaran api tersebut, pihaknya menerjunkan 1 unit armada pos Grogol kapasitas 5.000 liter dengan jumlah anggota 8 orang. Api berhasil dipadamkan sesuai SOP sekitar pukul 16.50 WIB.
Kaleb menyebutkan luas area terbakar ± 25m² dengan kerugian sekitar Rp1.600.000. Namun Tim Damkar berhasil menyelamatkan rumah senilai kurang lebih Rp600.000.000.
Beruntung tak ada korban luka maupun jiwa dalam tiga peristiwa kebakaran tersebut.
Respons cepat petugas Damkar Kabupaten Kediri menjadi faktor penting dalam mencegah api meluas dan menekan potensi kerugian yang lebih besar. Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di area industri dan lahan yang mudah terbakar. [nik/ang]

