Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Kota Kediri Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Wushu Jatim dan Nasional, 1.306 Atlet Ambil Bagian

    16 Oktober 2026 - 20:40

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tahu Hukum
    • Tentang
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Aksi Yayasan Hijau Daun Mandiri Kediri Cegah Krisis Biodiversitas

    Aksi Yayasan Hijau Daun Mandiri Kediri Cegah Krisis Biodiversitas

    Inggar Tania LaurinaInggar Tania Laurina News 21 November 2025 - 16:54
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Yayasan Hijau Daun Mandiri Kediri melakukan aksi penyelamatan lingkungan. [Tania/tahukediri.id]
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Krisis biodiversitas alias laju kepunahan keberagaman spesies yang terus meningkat mendorong Yayasan Hijau Daun Mandiri menggencarkan aksi-aksi penyelamatan lingkungan dengan melibatkan generasi muda.

    Berbasis di Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, yayasan ini aktif menggerakkan relawan untuk menjaga kelestarian hayati, mulai dari konservasi hutan kritis, penyelamatan sungai, hingga edukasi tentang tanaman endemik, pada Jumat (21/11).
    ‎
    ‎Ketua Yayasan Hijau Daun Mandiri, Endang Pertiwi, menjelaskan bahwa yayasan ini sebenarnya sudah bergerak sejak sebelum tahun 2010, meskipun legal formalnya baru terbentuk sekitar 2020.

    “Tujuannya penyelamatan lingkungan. Kita melakukan pengelolaan sampah, penyelamatan sungai, konservasi lahan kritis, penanaman di hutan, sumber mata air, hingga pembersihan sungai,” jelasnya.
    ‎
    ‎Sebagian besar relawan yang bergabung merupakan anak-anak muda, mulai dari pelajar SMA, mahasiswa, hingga yang sudah bekerja. Setiap minggu, kegiatan yayasan bisa berlangsung hingga tiga kali, meliputi seminar lingkungan dan aksi langsung seperti penanaman pohon. Gerakan ini bertujuan membangun generasi muda yang tak hanya peduli lingkungan, namun juga memahami pentingnya menjaga megabiodiversitas Indonesia.
    ‎
    ‎Menurut Endang, salah satu tantangan besar saat ini adalah minimnya pengetahuan anak muda mengenai keanekaragaman hayati di sekitar mereka. “Bahkan nama-nama tanaman endemik yang ada di lereng Wilis atau Kelud saja mereka banyak yang belum tahu. Padahal Indonesia punya megabiodiversitas luar biasa yang harus kita jaga,” ujarnya.
    ‎
    ‎Melalui program edukasi dan konservasi yang inklusif, Yayasan Hijau Daun Mandiri berupaya merangkul lebih banyak relawan muda untuk belajar bersama tentang pelestarian alam. Mereka diajak memahami pentingnya menjaga sumber mata air, merawat sungai, melindungi hutan, sekaligus mengenali vegetasi yang hidup di dalamnya.
    ‎
    ‎Endang berharap semakin banyak generasi Z dan Alpha yang terlibat dalam upaya menjaga bumi. “Anak muda harus peduli, anak muda harus tahu. Yayasan Hijau Daun mengajak semuanya, ayo kita belajar bareng dan lestarikan alam bersama.”
    ‎
    ‎Dengan mengusung tagline “Pelopor Konservasi dan Keanekaragaman Hayati”, Yayasan Hijau Daun Mandiri terus membangun jaringan relawan untuk masa depan lingkungan yang lebih hijau. ***

    Banner Promo

    Reporter : Inggar Tania Laurina

    jatim kediri Krisis Biodiversitas Yayasan Hijau Daun Mandiri
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleKota Kediri Jadi Panggung Kehormatan N-Lions, Tim Taekwondo Pesantren Berprestasi Nasional
    Next Article Marak Jalan Rusak di Musim Hujan, Ini Langkah PUPR Kabupaten Kediri

    Info Lainnya

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33

    Buntut Protes Warga, Tambang PT EPAS di Puncu Ditutup Sementara hingga Kajian Independen Keluar

    16 Oktober 2026 - 15:55

    Sasar Dua Kafe Karaoke di Kras, Polres Kediri Temukan Satu Orang Diduga Positif Narkoba

    15 Oktober 2026 - 19:21

    Kunjungi KDMP Sonorejo, Menko Pangan Tekankan Penyaluran Subsidi Tepat ke Masyarakat

    15 Oktober 2026 - 19:17

    Peringati Hari Pelajar Sedunia, BLK Arsy Gas Indonesia dan ICA Ajak Siswa SMK Kartanegara Wates Masak 2.500 Porsi

    15 Oktober 2026 - 13:31
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Kota Kediri Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Wushu Jatim dan Nasional, 1.306 Atlet Ambil Bagian

    16 Oktober 2026 - 20:40

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33

    Buntut Protes Warga, Tambang PT EPAS di Puncu Ditutup Sementara hingga Kajian Independen Keluar

    16 Oktober 2026 - 15:55

    Sasar Dua Kafe Karaoke di Kras, Polres Kediri Temukan Satu Orang Diduga Positif Narkoba

    15 Oktober 2026 - 19:21
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.