Kediri (tahukediri.id) – Kota Kediri kembali menjadi pusat perhatian dunia taekwondo Nasional. Dalam rangkaian Kejuaraan Jatim Open 2025 Grade B se-Indonesia, tim demonstrasi taekwondo N-Lions dari Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman, Bogor, tampil sebagai special performers dan mendapat sambutan hangat dari Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin Thoha, pada Jumat (21/11).
Gus Qowim, sapaan akrab Qowimuddin Thoha menyampaikan rasa bangga atas prestasi N-Lions yang dinilai menjadi bukti bahwa pesantren memiliki kapasitas besar dalam melahirkan atlet-atlet hebat. Menurutnya, hal ini sejalan dengan gerakan Ayo Mondok yang menegaskan bahwa pesantren bukan hanya pusat pendidikan agama, tetapi juga arena pembentukan karakter sportif dan pengembangan potensi prestasi para santri.
Dalam kesempatan tersebut, Coach N-Lions, Mahbub Zuhri juga menunjukkan berbagai produk rumah tangga hasil produksi Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman. Ia menjelaskan bahwa N-Lions merupakan kelompok santri yang mengembangkan potensi taekwondo, di mana sejak awal pesantren bekerja sama dengan pelatih dari Korea Selatan sebelum melanjutkannya melalui para senior hingga kini memiliki pelatih internal sendiri.
“Ini kunjungan kami yang kedua ke Kota Kediri atas undangan Pak Wakil Wali Kota, tetapi sponsornya Mbak Wali. Kami juga hadir atas dukungan Master Joko untuk mengikuti kegiatan Jatim Open 2025. Kediri itu punya potensi besar. Dalam sejarah Taekwondo Indonesia, banyak atlet nasional berasal dari Kediri, baik profesional, PB, maupun Ragunan. Potensi itu benar-benar ada di sini,” ungkap Mahbub.
Ia menambahkan, N-Lions datang dengan formasi 13 atlet yang terdiri dari pemain nasional, atlet freestyle, serta tim demo yang akan mengisi pertunjukan spesial di ajang Jatim Open. Kediri, menurutnya, memiliki kedekatan emosional tersendiri bagi para santri karena kota ini dikenal sebagai rumah bagi banyak pesantren besar di Indonesia.
Sementara itu, Kepala BPBD Kota Kediri sekaligus senior taekwondo, Joko Arianto, menegaskan bahwa Jatim Open 2025 ini merupakan event tertinggi yang pernah digelar dengan status Grade B se-Indonesia. Standar penyelenggaraan pun dibuat setingkat nasional, termasuk menghadirkan wasit-wasit nasional dari berbagai provinsi.
“Dari awal kita memang ingin membuat penyelenggaraan yang benar-benar profesional. Wasit datang kita jemput, kita tempatkan di satu hotel. Terima kasih kepada Mbak Wali yang menyediakan Bus Satria untuk antar-jemput wasit dari hotel ke lokasi pertandingan. Hal seperti ini jarang dilakukan, biasanya wasit berangkat dan pulang sendiri,” jelas Joko.
Ia menambahkan bahwa penyelenggaraan kali ini juga menjadi bentuk promosi bagi Kota Kediri. Begitu dihubungi panitia, para wasit dari luar provinsi langsung siap datang karena percaya pada kualitas gelaran taekwondo di Kediri, apalagi dengan kehadiran N-Lions yang menjadi magnet tersendiri bagi peserta maupun penonton.
Sebagai informasi, N-Lions adalah tim demonstrasi taekwondo yang dikenal dengan kombinasi atraksi akrobatik, gerakan freestyle, dan sentuhan tarian K-pop. Tim ini pernah meraih juara ketiga di Indonesia’s Got Talent 2022 dan terus tampil di berbagai ajang nasional sebagai ikon kreativitas santri.
Kini, melalui panggung Jatim Open 2025 di GOR Jayabaya yang digelar 20-23 November 2025, Kota Kediri kembali menjadi saksi bagaimana santri mampu menembus panggung prestasi nasional. Kedatangan N-Lions pun menegaskan bahwa olahraga, pesantren, dan kreativitas bisa bersatu dan menghasilkan prestasi membanggakan bagi Indonesia. ***
Reporter : Inggar Tania Laurina

