Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Dari Jantung Pisang ke Pasar Nasional, Kisah Diah Bangkitkan Lagi UMKM-nya Usai Pandemi

    1 September 2026 - 20:04

    Ratusan Penambang Tradisional Kediri Raya Tuntut Tunggakan Pembayaran Proyek Tol

    1 September 2026 - 19:11

    Rotasi Tiga Kapolsek, Polres Kediri Dorong Energi Baru untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

    31 Agustus 2026 - 20:22
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Cuaca Tak Menentu, Pertumbuhan Bawang Merah di Kediri Terhambat

    Cuaca Tak Menentu, Pertumbuhan Bawang Merah di Kediri Terhambat

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 23 September 2025 - 07:03
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Berbeda dengan tahun kemarin, tahun ini Indonesia menghadapi musim kemarau basah dimana masih ada hujan di dalamnya. Hal ini berdampak pada petani bawang merah dimana hasilnya tidak semaksimal normalnya.

    Salah satunya adalah Sugeng Widodo (40), Petani bawang merah di Besowo Timur, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri yang merasa pertumbuhan bawang merahnya menjadi terhambat akibat cuaca yang tidak menentu.

    “Seharusnya kemarau tapi ada hujannya jadi menghambat pertumbuhan,” ujarnya, Senin (22/9/2025).

    Menurutnya, pertumbuhan dalam 15 hari yang biasanya 15 cm ini menjadi separuhnya. Jika pertumbuhannya tidak berkembang, maka nambah hari untuk perawatannya, artinya biaya perawatannya juga bertambah.

    “Umpamanya umurnya 15 hari kan sudah tumbuh. Ini tidak normal, biasanya 15 cm, ini 5 cm,” terangnya.

    Meski begitu, Sugeng menilai panen tahun ini lebih banyak, karena rumusnya berubah, yakni yang biasanya satu lubang ditanami satu bibit, kini menjadi dua.

    “Hasilnya bertambah, tapi biayanya juga bertambah,” terangnya.

    Sementara Kasi Hortikultura Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri Samsul membenarkan kondisi yang terjadi belakangan dimana perubahan cuaca yang cukup drastis dari panas, lalu tiba-tiba hujan itu memang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.

    “Kita melalui petugas lapang (PPL) terus menyampaikan ke petani untuk tetap mengusahakan budidaya tanaman sehat dan budidaya tanaman sehat ini harus dimulai dari pengkondisian tanah sebagai media tanam yang sehat, seperti pemberian pupuk organic,” jelasnya.

    Menurutnya, pupuk organik ini bisa dibuat sendiri dengan memanfaatkan kotoran hewan yang difermentasi, hanya saja terkadang petani ingin yang instan.

    “Pupuk organik bisa dibuat sendiri dengan memanfaatkan kotoran hewan yang difermentasi, cuma kadang-kadang petani kurang telaten, ingin yang instan,” terangnya.

    Akibat pertumbuhan bawang merah yang terhambat tersebut harga bawang merah menjadi naik dari petani yakni Rp14 ribu per kg, sedangkan harga normalnya Rp10 ribu. ***

    Reporter : Nanik Dwi Jayanti

    Bawang Merah Cuaca kediri
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleSidang Perdana Kerusuhan Kediri : Penasihat Hukum Terdakwa Soroti Penerapan Pasal
    Next Article Dindik dan BI Kediri Dorong Literasi Rupiah Siswa lewat ToT dan Lomba SERAGAM

    Info Lainnya

    Dari Jantung Pisang ke Pasar Nasional, Kisah Diah Bangkitkan Lagi UMKM-nya Usai Pandemi

    1 September 2026 - 20:04

    Ratusan Penambang Tradisional Kediri Raya Tuntut Tunggakan Pembayaran Proyek Tol

    1 September 2026 - 19:11

    Rotasi Tiga Kapolsek, Polres Kediri Dorong Energi Baru untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

    31 Agustus 2026 - 20:22

    Wali Kota Kediri Turun Tangan Dampingi Korban Kekerasan Seksual, Minta Polisi Tegas

    31 Agustus 2026 - 20:18

    Waspada Penipuan Investasi Bodong, BRI Nganjuk Ingatkan Warga Jangan Tergiur Imbal Hasil Tinggi Tak Wajar

    31 Agustus 2026 - 13:45

    Dari Konter Sembako Jadi Agen BRILink, Rere Cell Andalan Transaksi Keuangan Warga Ngronggot Nganjuk

    30 Agustus 2026 - 20:02
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Dari Jantung Pisang ke Pasar Nasional, Kisah Diah Bangkitkan Lagi UMKM-nya Usai Pandemi

    1 September 2026 - 20:04

    Ratusan Penambang Tradisional Kediri Raya Tuntut Tunggakan Pembayaran Proyek Tol

    1 September 2026 - 19:11

    Rotasi Tiga Kapolsek, Polres Kediri Dorong Energi Baru untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

    31 Agustus 2026 - 20:22

    Wali Kota Kediri Turun Tangan Dampingi Korban Kekerasan Seksual, Minta Polisi Tegas

    31 Agustus 2026 - 20:18

    7 Atlet, 10 Medali! Ju-Jitsu Kabupaten Kediri Ukir Prestasi di Piala Gubernur Jatim 2026

    31 Agustus 2026 - 13:56
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.