Kediri (tahukediri.id) – Dalam semalam, dua kejadian kebakaran terjadi di Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Sabtu (21/6/2026). Beruntung tak ada korban luka maupun jiwa dalam kedua peristiwa tersebut.
Kebakaran pertama terjadi di lahan kebun jati yang berada Dusun Puhsarang, Desa Puhsarang, Kecamatan Semen. Peristiwa tersebut dilaporkan sekitar pukul 18.26 WIB dan langsung ditindaklanjuti oleh Tim Damkar Pos Ngadiluwih.
Plt. Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri mengatakan, kejadian pertama kali diketahui oleh pemilik ternak yang melihat kobaran api muncul di dekat kandang sapi miliknya.
“Saat pemilik rumah sedang istirahat melihat kobaran api pada langit langit rumah. Lantas pemilik yang mengetahui hal tersebut meminta bantuan kepada pos Ngadiluwih,” ujarnya.
Proses pemadaman menggunakan 1 unit armada pos Ngadiluwih dengan jumlah anggota 5 personil. Api berhasil dipadamkan sesuai SOP hingga pukul 19.35 WIB.
“Api diduga berasal dari pembakaran sampah yang kemudian merembet ke semak belukar dan area kebun jati,” jelasnya.
Meski tidak menimbulkan kerugian, petugas berhasil menyelamatkan kandang sapi beserta dua ekor sapi dengan nilai aset diperkirakan mencapai Rp60 juta.
Belum lama setelah penanganan kebakaran lahan selesai, Damkar kembali menerima laporan kebakaran rumah milik M. Rois di Dusun Semen, Desa Semen, Kecamatan Semen, sekitar pukul 19.37 WIB.
Tim Damkar Pos Ngadiluwih langsung bergerak menuju lokasi dan tiba enam menit kemudian.
Kaleb menjelaskan, kejadian tersebut bermula saat pemilik rumah sedang istirahat dan melihat kobaran api pada langit-langit rumah. Mengetahui itu, ia langsung meminta bantuan kepada Pos Ngadiluwih untuk mengatasinya.
“Di duga Api berasal dari konsleting listrik pada area atas plafon rumah,” jelasnya.
Untuk memadamkan api, Damkar Kabupaten Kediri mengerahkan dua unit armada dari Pos Ngadiluwih dan Pos Grogol dengan sembilan personel. Proses pemadaman juga mendapat bantuan dua unit mobil pemadam dari Kota Kediri beserta enam personel.
Setelah melakukan upaya pemadaman selama lebih dari dua jam, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan pada pukul 22.05 WIB.
Tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp250 juta.
Kaleb mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang berasal dari instalasi listrik yang sudah tua maupun aktivitas pembakaran sampah di area terbuka.
“Jika terjadi kebakaran atau ditemukan potensi kebakaran, masyarakat diharapkan segera melapor agar bisa segera ditangani dan tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar,” pungkasnya. [nik/ang]

