Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Dari Jantung Pisang ke Pasar Nasional, Kisah Diah Bangkitkan Lagi UMKM-nya Usai Pandemi

    1 September 2026 - 20:04

    Ratusan Penambang Tradisional Kediri Raya Tuntut Tunggakan Pembayaran Proyek Tol

    1 September 2026 - 19:11

    Rotasi Tiga Kapolsek, Polres Kediri Dorong Energi Baru untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

    31 Agustus 2026 - 20:22
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Enam Anak RA Diduga Keracunan MBG, Pemkab Kediri Stop SPPG Tugurejo

    Enam Anak RA Diduga Keracunan MBG, Pemkab Kediri Stop SPPG Tugurejo

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 28 April 2026 - 20:10
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menjenguk anak RA yang mengalami dugaan keracunan MBG. [nanik/tahukediri.id]
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri langsung bertindak tegas dengan mensuspend Satuan Pelayanan Penyedia Gizi (SPPG) Tugurejo, Ngasem hingga batas waktu yang belum ditentukan. Tindakan tegas tersebut, menyusul adanya enam anak RA yang diduga mengalami dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG), pada Senin (27/4/2026).

    Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyampaikan bahwa dari enam pasien, satu anak sudah diperbolehkan pulang, sementara lima lainnya masih menjalani perawatan karena kondisi leukosit yang masih tinggi.

    “Ada enam ya, satu sudah rawat jalan. Yang lima karena leukositnya masih tinggi. Artinya kalau leukosit tinggi itu ada infeksi, kurang lebih begitu ya, Dok, ya. Ada infeksi, jadi masih dirawat di sini, tapi insyaallah mungkin satu, dua hari sudah boleh pulang,” katanya saat ditemui usai menjenguk kondisi anak yang masih di rawat di RS. Simpang Lima Gumul (SLG), Selasa (28/4/2026).

    Sebagai langkah awal, Pemkab Kediri langsung menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Penyedia Gizi (SPPG) yang diduga menjadi sumber makanan tersebut. Penghentian dilakukan sambil menunggu hasil uji laboratorium.

    “Kita suspen sementara SPPG-nya dan sudah koordinasi dengan BGN. Yang berikutnya adalah menunggu hasil lab. Kalau dari hasil lab itu ternyata masih ada kandungan-kandungan yang tidak baik, ya maka SPPG-nya belum boleh beroperasi,” tegasnya.

    Menurutnya, kasus dugaan keracunan MBG ini adalah pertama kalinya terjadi di Kabupaten Kediri. Pihaknya berharap kedepan tidak ada labi kejadian serupa.

    Mas Dhito, sapaan akrabnya menegaskan akan mengambil langkah tegas jika ditemukan pelanggaran pada SPPG.

    “Kalau SPPG tidak memenuhi requirement atau persyaratan yang ditentukan oleh SLHS, ya kita cabut. Itu. Sederhana saja, Sertifikat Laik Higiene Sanitasi, kalau dia enggak mau memenuhi itu, ya kita cabut,” tegasnya.

    Dalam hal ini, Mas Dhito juga menyoroti pentingnya penerapan SOP di sekolah, khususnya dalam pengecekan makanan sebelum dikonsumsi siswa. Ke depan, guru diminta lebih teliti, mulai dari mencium hingga mencicipi makanan sebelum dibagikan.

    “Tapi yang penting kita lihat solusi-solusi ke depannya. Yang pertama, guru harus memahami SOP. Kalau ada makanan datang, dicium dulu, kalau perlu diicipi dulu sebelum itu,” ujarnya.

    Sementara itu, Direktur RS. SLG Tony Widyanto, menjelaskan bahwa para pasien awalnya mengalami gejala mual dan muntah.

    “Sekarang kondisinya sudah jauh lebih baik, sudah tidak muntah dan sudah bisa makan minum,” jelasnya.

    Ia menambahkan, dugaan sementara mengarah pada keracunan makanan, namun penyebab pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.

    Diketahui, mayoritas pasien merupakan anak usia di bawah 7 tahun. Mereka mulai masuk ke RS SLG pada Senin siang sekitar pukul 12.30 WIB dan menyusul satu orang masuk rumah sakit pada 21.30 WIB.

    Meski sempat mengalami muntah cukup intens, kondisi mereka kini stabil setelah mendapat penanganan medis.

    “Kan ini sudah diobati. Artinya ada perbaikan sudah dikasih antibiotik juga kan karena tinggi. Jadi, besok mungkin kalau sudah membaik,” ujarnya.

    Pemkab Kediri memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

    “Kita ini terus kita evaluasi lah ke depannya, supaya tidak terjadi di Kabupaten Kediri ke depannya, ya,” tandas Mas Dhito. [nik/ang]

    Berita Kediri Keracunan MBG Mas Dhito Pemkab Kediri
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleProgram Merata 2026 Resmi Diluncurkan, Wali Kota Kediri Tekankan Implementasi Tepat Sasaran
    Next Article Polres Kediri Bongkar Illegal Logging di Kandangan, Satu Pelaku Ditangkap, Dua Buron

    Info Lainnya

    Dari Jantung Pisang ke Pasar Nasional, Kisah Diah Bangkitkan Lagi UMKM-nya Usai Pandemi

    1 September 2026 - 20:04

    Ratusan Penambang Tradisional Kediri Raya Tuntut Tunggakan Pembayaran Proyek Tol

    1 September 2026 - 19:11

    Rotasi Tiga Kapolsek, Polres Kediri Dorong Energi Baru untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

    31 Agustus 2026 - 20:22

    Wali Kota Kediri Turun Tangan Dampingi Korban Kekerasan Seksual, Minta Polisi Tegas

    31 Agustus 2026 - 20:18

    7 Atlet, 10 Medali! Ju-Jitsu Kabupaten Kediri Ukir Prestasi di Piala Gubernur Jatim 2026

    31 Agustus 2026 - 13:56

    Waspada Penipuan Investasi Bodong, BRI Nganjuk Ingatkan Warga Jangan Tergiur Imbal Hasil Tinggi Tak Wajar

    31 Agustus 2026 - 13:45
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Dari Jantung Pisang ke Pasar Nasional, Kisah Diah Bangkitkan Lagi UMKM-nya Usai Pandemi

    1 September 2026 - 20:04

    Ratusan Penambang Tradisional Kediri Raya Tuntut Tunggakan Pembayaran Proyek Tol

    1 September 2026 - 19:11

    Rotasi Tiga Kapolsek, Polres Kediri Dorong Energi Baru untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

    31 Agustus 2026 - 20:22

    Wali Kota Kediri Turun Tangan Dampingi Korban Kekerasan Seksual, Minta Polisi Tegas

    31 Agustus 2026 - 20:18

    7 Atlet, 10 Medali! Ju-Jitsu Kabupaten Kediri Ukir Prestasi di Piala Gubernur Jatim 2026

    31 Agustus 2026 - 13:56
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.