Kediri (tahukediri.id) – Pemerintah Desa Kebonrejo, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri kembali menggelar event Jamboren. Namun berbeda dengan sebelumnya, tahun ini mereka mengusung tajuk Pasar Panen Raya Duren dan Bazar UMKM.
Ketua Panitia Jamboren 2026, Gunawan mengatakan bahwa meski mengusung konsep lebih sederhana dengan fokus utama pada bazar durian serta penguatan pelaku UMKM desa, pihaknya tetap membawa misi besar yakni memperkenalkan hasil bumi Kebonrejo kepada masyarakat luas, khususnya di wilayah Kabupaten Kediri dan Indonesia secara umum.
“Acara ini adalah dalam tema jamboren ya, dan tema besarnya itu jamboren, yaitu lebih ke arah memperkenalkan hasil bumi yang ada di desa Kebonrejo kepada masyarakat luas ya, terutama yang ada di Kabupaten Kediri, yang umumnya ke seluruh Indonesia,” katanya, Sabtu (14/2/2026).
Gunawan melanjutkan, jika tahun sebelumnya diselenggarakan dengan skala kegiatan lebih besar, pelaksanaan kali ini menyesuaikan kondisi anggaran desa. Meski demikian, kegiatan tetap berjalan dengan menitikberatkan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.
“Soalnya kan istilahnya UMKM di sini tuh baru berjalan kurang lebih 3 tahunan ya. Lebih fokusnya ke situ ya, soalnya kita sadar bahwa kita di sini adalah produsen atau produksi terkait durian atau hasil bumi yang lain yang ini tuh di Desa Kebonrejo itu sentranya,” jelasnya.
Sebanyak 20 RT di Desa Kebonrejo dilibatkan pada kegiatan ini, beberapa di antaranya bahkan ada yang menampilkan dua pelaku UMKM. Produk yang dipamerkan beragam, mulai dari olahan hasil bumi hingga makanan khas yang biasa disajikan dalam kegiatan desa.
Untuk diketahui, secara geografis, Kebonrejo memiliki keunggulan alam. Letaknya yang berada di dataran tinggi dengan tekstur tanah subur dinilai sangat cocok untuk budidaya durian. Kawasan kebun durian bahkan membentang dari pintu masuk desa hingga lereng Gunung Kelud dengan jumlah pohon mencapai ribuan.
Gunawan menyebutkan, setidaknya terdapat 14 varietas durian lokal yang telah teridentifikasi, ditambah varietas unggulan lain seperti Bawor, Musang King, Duri Hitam, dan Montong yang kini juga dibudidayakan warga.
Meski durian lokal masih mendominasi produksi, masyarakat mulai diedukasi untuk menanam varietas unggul yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi tanpa mengesampingkan kualitas durian lokal.
“Sementara masih durian lokal (paling banyak), tapi ini masyarakat sudah di kita edukasi bahwa value-nya atau nanti hasilnya di belakang itu jauh lebih banyak durian jenis ketimbang durian lokal. Tapi kita tidak mengesampingkan bahwa durian lokal di sini juga Lumayan bagus untuk kualitasnya,” jelasnya.
Salah satu pelaku UMKM durian, Delima, mengungkapkan bahwa, durian Kebonrejo memiliki cita rasa khas tersendiri yakni manis dan ada sedikit pahit.
“Ini menurut review orang yang pernah beli ya, Mbak, ya. Itu biasanya lebih pekat, lebih manis, lebih manis pahit, itu lebih kuat gitu rasa duriannya gitu. Kalau kata Gen Z bilangnya duriannya durian banget gitu rasanya,” ungkapnya.
Event Jamboren merupakan agenda yang ditunggu-tunggu, terlebih bagi pecinta Durian. Salah satunya Firman, pemuda usia 25 tahun ini menilai acara ini sangat membantu pecinta durian.
“Acaranya bagus, bagi saya yang penikmat Duren bisa mudah mencari jenis Duren disini,” katanya.
Ia berharap, setiap tahun bisa ada acara Jamboren yang menjadi surganya pecinta Duren. “Saya harap acaranya ini bisa ada setiap tahunnya,” imbuhnya.
Ada banyak jenis Duren di Jamboren, harganya pun beragam mulai dari Rp10.000 hingga Rp100.000 bergantung jenis dan ukurannya. Kegiatan ini diselenggarakan selama dua hari dengan puncak acara pada hari Minggu, 15 Februari 2026.
Pemerintah desa berharap Jamboren tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga sarana promosi wisata dan penggerak ekonomi lokal.
“Harapannya dari pemerintah desa terutama, dan kita panitia, itu semoga Desa Kebonrejo lebih bisa dikenal ke masyarakat luas ya dengan acara seperti ini dan juga bisa memberikan efek ekonomi, penambahan ekonomi ke masyarakat yang ada di Desa Kebonrejo. Itu terutama intinya,” pungkas Gunawan. [nik/ang]

