Kediri (tahukediri.id) – Menjelang Ramadan, sejumlah komuditas mengalami kenaikan, di antaranya harga telur dan ayam. Di Pasar Pamenang Pare, harga telur ayam hari ini, Sabtu (7/2/2026) naik menjadi Rp28.000-Rp30.000, sebelumnya Rp27.000-Rp28.000.
Pedangan telur ayam, Dwi mengatakan, kenaikan harga telur ayam ini sudah terjadi sejak empat hari yang lalu. Menurutnya, salah satu faktor utamanya adanya SPPG yang membeli telur langsung ke pengepul, sehingga stok di pasaran menjadi berkurang.
“Karena ada dari MBG masuk untuk menu makannya pakai telur dan dia harusnya kan belinya kan lewat dari pedagang PKL kayak kita, ini terus dia langsung masuk ke orang-orang yang termasuk pengepul langsung, jadinya kan kita mau beli ke sana kan enggak ada. Stok di pasaran malah kurang, gitu,” katanya.
Sementara itu, Plt Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih memastikan stok pangan di Kabupaten Kediri masih aman setidaknya hingga hari raya nanti. Ia juga akan terus melakukan pemantauan dan sosialisasi kepada pedagang dan masyarakat untuk tidak panic buying.
“Kalau dari data ketersediaan kita clear bahwa semua kebutuhan bapok (bahan pokok) di Kabupaten Kediri aman, itu yang kami sampaikan. Jadi, tidak perlu menyimpan, tidak perlu panic buying, itu betul. Ini akan selalu ada stok sampai dengan puasa maupun hari raya,” tegasnya saat ditemui usai monitoring harga cabai di Pasar Induk Pare, Jumat (6/2).
Pihaknya juga menekankan pelaku usaha untuk tidak mengambil keuntungan terlalu besar di saat momen. “Minimal HET itu harus kita pegang,” tekannya.
Jika ada yang menjual di atas HET maka akan ditindak oleh Satgas Pangan dalam hal ini Kasat Reskrim Polres Kediri sesuai dengan SK Badan Pangan Nasional (Bapanas) No 4 Tahun 2026.
Ia tak memungkiri bahwa aktifnya kembali MBG (Makan Bergizi Gratis) di membuat konsumsi di Kabupaten Kediri meningkat menjadi 20 persen. “Kalau kenaikan sekitar 10-20% sih sebetulnya. Cuma itu kan tergantung apa, ya, stok, ya. Di saat stok kami tidak ada kenaikan 20%, sementara kebutuhan 20% akhirnya besar,” terangnya.
Karena itu, lanjutnya, DKPP berupaya menyiapkan dan time stop semua kebutuhan termasuk LPG, sehinga setidaknya ada jumlah tambahan yang membuat Kabupaten Kediri tidak sampai kehabisan pasokan.
“Kami pun juga menekankan ke teman-teman pedagang di Pasar Induk khususnya, cukupi dulu kebutuhan kabupaten, baru mungkin nanti bisa keluar meskipun itu sedikit agak ini ya, kompetitif di harga. Tapi itu sebagai bentuk komitmen kita punya tanggung jawab di wilayah sendiri, masa di sini (Kediri) kurang?,” imbuhnya.
Yang juga menjadi perhatian DKPP menjelang Ramadan tahun ini adalah harga ayam yang juga ikut mengalami kenaikan per harinya. Tutik menyebutkan, pantauan harga ayam kemarin naik menjadi Rp32.500 dari sebelumnya hanya Rp30.000. Sementara pantauan reporter tahukediri.id, harga ayam di pasar Pamenang Pare hari ini melonjak hingga Rp38.000.
“Kami pastikan stok, kemudian dengan teman-teman, kalau ayam kan banyak kemitraan, kami sampaikan ke teman-teman kemitraan untuk tidak mengurangi stok produksi. Kalau misalkan kandang biasanya diisi 2000, tolong jangan dikurangi, bahkan jangan sampai ada peternak yang tidak ngisi di saat menjelang kebutuhan meningkat. Itu yang akan kami komunikasikan,” tegasnya.
DKPP bersama Satgas Pangan Kabupaten Kediri juga akan terus gencar melaksanakan Gerakan Pangan Murah untuk menstabilkan pasokan dan harga pangan di bawah HET yang bisa dijangkau oleh warga Kediri.
“Kalau sampai ada pedagang, baik itu D1, D2, atau tiga, distributor satu, tingkat 1, 2, 3, yang menjual di atas HET, Kasatreskrim yang akan menindak. Tadi sudah jelas, jadi, itu menjadi bentuk komitmen ya dari arahan presiden, maupun sampai ke tingkat bawah, sudah ada SK baru terkait itu,” tandasnya. [nik/ang]

