Kediri (tahukediri.id) – Menjelang dan selama bulan Ramadan, Masjid Agung Kota Kediri menyusun seluruh penceramah untuk rangkaian kegiatan keagamaan melalui rapat tim pengurus, sebagai bagian dari persiapan agar pelaksanaan ibadah berjalan tertib dan kondusif.
Sekretaris Yayasan sekaligus Takmir Masjid Agung Kota Kediri, Basyarudin (75), mengatakan penyusunan penceramah Ramadan tidak hanya berlaku untuk pengajian Ahad pagi, tetapi juga mencakup pengajian umum, kultum subuh, hingga kegiatan ibadah lain selama bulan puasa.
“Semua penceramah selama Ramadan itu hasil rapat. Bukan satu orang yang menentukan. Kita bahas bersama dalam tim,” ujar Basyarudin.
Ia menjelaskan, rapat tersebut melibatkan unsur takmir, majelis taklim, serta perwakilan remaja masjid. Setiap nama yang diusulkan dibahas berdasarkan kebutuhan kegiatan Ramadan dan karakter jamaah Masjid Agung yang beragam.
“Ramadan itu kegiatannya banyak. Mulai imam, penceramah, sampai kultum subuh, semuanya kita susun dan koordinasikan lewat rapat,” jelasnya.
Menurut Basyarudin, penyusunan penceramah dilakukan secara periodik dan terencana. Untuk jadwal tertentu, pengurus sudah memiliki gambaran tahunan, namun publikasi kepada jamaah dilakukan secara bertahap.
“Secara internal sudah tersusun lebih awal, tapi ke jamaah biasanya kita sampaikan per tiga bulan atau menyesuaikan momen Ramadan,” katanya.
Dalam penyusunan tersebut, tim juga memperhatikan variasi latar belakang penceramah agar materi yang disampaikan selama Ramadan tetap beragam dan sesuai dengan kebutuhan jamaah.
“Kadang dari pesantren, kadang dari kampus, kadang praktisi. Supaya jamaah tidak jenuh dan materinya tetap relevan,” imbuhnya.
Dengan mekanisme rapat dan kerja tim tersebut, Masjid Agung Kota Kediri berharap seluruh rangkaian kegiatan Ramadan dapat berjalan dengan lancar, khusyuk, dan memberi kenyamanan bagi jamaah yang mengikuti ibadah di masjid. [Tan/ang]

