Kediri (tahukediri.id) – Sebuah toko bahan bangunan bernama Toko Jaya Abadi milik Sugiarto (68) yang berlokasi di Jalan Mastrip, Kelurahan Pare, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, alami kebakaran hebat pada Jumat (20/12), sekitar pukul 15.00 WIB.
Peristiwa kebakaran tersebut menghanguskan seluruh bangunan toko yang berisi material bahan bangunan seperti cat, karbit, tiner, plastik dan lainnya yang mudah terbakar.
Plt Kasatpol PP Kaleb Untung Wicaksono menyampaikan bahwa awal Pos Damkar Pare menerima laporan, pihaknya langsung menerjunkan satu unit mobil damkar, namun setelah mengetahui bangunan yang terbakar adalah toko bahan bangunan, maka pihaknya mengerahkan unit mobil dari Pos Damkar lain yang ada di Kediri.
“Melihat objek yang terbakar ini adalah bahan-bahan yang mudah terbakar. Maka kita mengerahkan dari pos Damkar yang ada di Kabupaten Kediri, tepatnya dari Ngadiluwih dan Grogol,” katanya.
Total empat unit kendaraan pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. Proses pemadaman berlangsung cukup lama lantaran di dalam toko terdapat berbagai bahan mudah terbakar. “Kemudian juga tentunya biasa, situasi seperti ini pasti ada kerumunan masyarakat yang akan menolong maupun menonton itu mungkin agak mempersulit kendaraan kami untuk melakukan pertolongan,” imbuhnya.
Api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya, termasuk proses pembasahan, tepat pada pukul 21.00 WIB.
Terkait penyebab kebakaran, Kaleb menyebut dugaan sementara adalah korsleting listrik yang kemungkinan dipicu oleh kondisi hujan, mengingat api diduga berasal dari lantai dua bangunan. Namun, penyebab pastinya masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak kepolisian.
“Dugaan sementara kemungkinan besar adalah korsleting atau hubungan pendek arus listrik yang diakibatkan karena hujan ya. Hujan itu mungkin karena api berasal dari lantai dua yang bisa dimungkinkan, tetapi itu nanti akan lebih lanjut dari pihak kepolisian,” terangnya.
Sementara itu, Kapolsek Pare AKP Rudi Darmawan membenarkan banyaknya kerumunan warga pada saat kebakaran tersebut. Ia mengatakan, pihak kepolisian bersama Satlantas melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas karena kejadian berlangsung saat jam padat kendaraan.
Arus lalu lintas mulai dari Simpang 4, atau Jalan Masrip dialihkan yang ke arah selatan ke Gedangsewu. Begitu juga dari arah Gedangsewu, dialihkan ke arah Jalan Mastrip. “Tentunya ini sebagai upaya untuk mempercepat atau melancarkan perjalanan dari kendaraan pemadam kebakaran,” lanjutnya.
Dalam proses awal penyelidikan, polisi turut mengamankan sejumlah barang sebagai bahan pendukung, seperti kayu bakar, pipa, dan tabung gas. “Itu sebagai bahan awal untuk penyelidikan. Bukan diamankan tapi diambil untuk proses selanjutnya seperti itu,” tambahnya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, baik luka ringan, luka berat, maupun meninggal dunia. Kerugian materiil sementara ditaksir mencapai sekitar Rp2,5 miliar, meski angka tersebut masih akan dihitung kembali oleh tim evaluasi resmi.
Kaleb menambahkan, meskipun kejadian berlangsung di musim penghujan dan setelah hujan turun, potensi kebakaran tetap ada. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada.
“walaupun kejadian ini terjadi setelah hujan, bukan berarti di musim penghujan seperti saat ini, tidak dimungkinkan terjadi kebakaran. Oleh karena itu, kami berharap pada masyarakat, siapapun ini tetap waspada walaupun di musim penghujan seperti ini,” tandasnya. [nik/ang]

