Kediri (tahukediri.id) – Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Kediri menunjukkan tren yang sangat positif. Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri hingga 6 April 2026, total tercatat 253 kasus PMK.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 247 hewan ternak dinyatakan sembuh, sementara hanya 1 kasus kematian yang dilaporkan. Selain itu, terdapat 5 kasus yang dilakukan tindakan potong paksa, dan saat ini tidak ada hewan yang masih dalam kondisi sakit.
Kepala DKPP Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih menyampaikan bahwa kondisi PMK saat ini sudah sangat terkendali.
“Kasus PMK sudah sangat landai. Minggu ini tidak ada laporan kasus PMK. Kasus PMK.0,” terangnya saat dikonfirmasi reporter tahukediri.id, Sabtu (11/4/2026).
Sebelumnya, beberapa kecamatan seperti Ngancar, Tarokan, dan Ringinrejo menjadi penyumbang kasus cukup tinggi. Namun seluruh wilayah kini dilaporkan tidak memiliki kasus aktif.
Keberhasilan ini tidak lepas dari upaya vaksinasi yang terus dilakukan secara intensif dan tanpa jeda. DKPP memastikan vaksinasi tetap berjalan setiap hari sebagai langkah pencegahan, terlebih akan menghadapi Hari Raya Kurban.
“Vaksin tetap masif, gak ada jeda. Setiap hari ada,” tambah Tutik.
Dengan capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Kediri optimistis dapat segera mencapai nol kasus PMK secara menyeluruh. Sinergi antara pemerintah, petugas lapangan, dan peternak menjadi kunci utama dalam pengendalian wabah ini.
“Harapannya kasus PMK bisa zero atau nol dgn kerjasama dan sinergi bersama,” pungkasnya. [nik/ang]

