Kediri (tahukediri.id) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kediri bersama OPD terkait dan jajaran lintas instansi, di antaranya Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Kementerian Agama, unsur TNI-Polri, Subdenpom, menggelar rapat penyusunan rekomendasi Surat Edaran (SE) pengaturan kegiatan selama bulan Ramadan 1447 Hijriah.
Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri Khaleb Untung Satrio Witjaksono menyampaikan, bahwa rekomendasi yang akan menjadi dasar regulasi resmi tersebut bukan hanya mengatur hiburan malam, tetapi juga operasional warung makan, hingga penggunaan pengeras suara saat tadarus.
“Surat edaran saya ralat tidak hanya mengatur tentang tempat hiburan malam, tetapi kegiatan pengaturan kegiatan selama bulan Ramadan,” katanya saat ditemui usai rapat di Convention Hall Simpang Lima Gumul.
Lebih lanjut Kaleb menjelaskan bahwa untuk operasional tempat makan memang tidak akan ada opsi penutupan, hanya saja harus memperhatikan atau menghormati orang yang sedang berpuasa.
Kemudian untuk sound tadarus direkomendasikan dibatasi hingga pukul 21.00 WIB untuk penggunaan sound luar. Sementara untuk patroli membangunkan sahur tidak boleh menggunakan sound system seperti sound horeg dan sebagainya.
Meski begitu, Kaleb menekankan bahwa penegakan aturan nantinya bukan dalam bentuk sweeping, melainkan pengawasan dan pemantauan setelah surat edaran resmi diterbitkan.
“Setelah surat edaran terbit, itu sebagai dasar kami melakukan kegiatan pengawasan, bukan sweeping ya, pengawasan dan pemantauan terhadap pelaksanaan surat edaran itu. Bukan sweeping, tapi pengawasan terhadap pelaksanaan surat edaran itu,” tegasnya.
Sementara untuk hiburan malam, Kaleb menegaskan akan memberikan sanksi tegas hingga penutupan apabila masih beroperasi hingga melewati batas waktu yang telah ditentukan yakni pukul 24.00 WIB.
“Terkait hiburan malam yang masih nakal pada jam 24.00 belum tutup, nanti akan disanksi langsung ditutup,” tegas Kaleb.
Pihaknya berharap, melalui peraturan ini masyarakat Kabupaten Kediri dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan khusyuk, aman, dan penuh toleransi.
“Harapannya ya di dalam pelaksanaan bulan Ramadan ini masyarakat bisa melaksanakan ibadah di bulan Ramadan ini dengan khusyuk. Saling menghormati, saling menghargai sehingga tercipta ketentraman, kondisi yang nyaman, yang aman, yang diharapkan selama dalam bulan Ramadhan,” tandasnya. [nik/ang]

