Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Sensus Ekonomi 2026 Mulai 15 Juni, BPS Kediri Bidik Usaha Digital yang Tak Kasat Mata

    12 Juni 2026 - 16:27

    Kian Masif dengan Modus Beragam, Pemkot Kediri Edukasi Pemilik Toko Kelontong untuk Cegah Peredaran Rokok Ilegal

    11 Juni 2026 - 22:03

    Satgas Pangan Temukan Kenaikan Harga Komoditas dan Berkurangnya Stok Minyakita di Kediri

    11 Juni 2026 - 21:56
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Sensus Ekonomi 2026 Mulai 15 Juni, BPS Kediri Bidik Usaha Digital yang Tak Kasat Mata

    Sensus Ekonomi 2026 Mulai 15 Juni, BPS Kediri Bidik Usaha Digital yang Tak Kasat Mata

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 12 Juni 2026 - 16:27
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kediri memastikan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang akan dimulai pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Sebanyak 1.532 petugas lapangan diterjunkan untuk melakukan pendataan secara menyeluruh di seluruh wilayah Kabupaten Kediri.

    Kepala BPS Kabupaten Kediri, Bambang Indarto, mengatakan Salah satu tantangan terbesar dalam Sensus Ekonomi 2026 adalah mendata usaha yang tidak terlihat secara fisik, seperti bisnis online dan usaha berbasis platform digital.

    “Yang menantang sensus ekonomi 2026 ini adalah mendata semua usaha yang tadi sempat disampaikan di mana jadi tidak hanya usaha-usaha yang nampak atau kasat mata tetapi usaha-usaha yang tidak nampak, usaha-usaha digital yang berbasis handphone,
    tantangan disitu,” jelasnya saat ditemui usai Pencanangan Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Ruang Rapat Tegowangi, Jumat (12/6/2026).

    Bambang melanjutkan, keberhasilan sensus tidak hanya bergantung pada kemampuan petugas menggali informasi, tetapi juga keterbukaan masyarakat dalam memberikan data usaha yang dimiliki khususnya UMKM maupun usaha digital.

    “Karena, kadang kala mereka berpikirnya ini enggak termasuk. Padahal prinsipnya dinas ekonomi itu semua usaha tidak hanya melihat yang skalanya menengah besar termasuk yang kecil,” jelasnya.

    Lebih lanjut Bambang menjelaskan, Hasil Sensus Ekonomi 2026 nantinya akan menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan, memperkuat iklim investasi, mengembangkan sektor UMKM, hingga menciptakan lapangan kerja baru.

    Selain itu, data yang dihasilkan juga dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat luas untuk melihat potensi ekonomi yang berkembang di Kabupaten Kediri.

    Menurut Bambang, sensus yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali ini akan menghasilkan data yang jauh lebih detail dibandingkan data ekonomi rutin. Pendataan dilakukan hingga klasifikasi usaha yang lebih spesifik sehingga mampu menggambarkan struktur ekonomi daerah secara lebih akurat.

    “Secara identifikasi usaha itu akan lebih bahasa yang tadi saya singgung salah satunya kebijakan pemerintah atau bagaimana pelaku usaha itu melakukan atau melihat ya potensi-potensi usaha yang ada, itu akan lebih optimal lagi karena datanya lebih detail.

    Guna menjamin standar kompetensi dan profesionalisme dalam pengumpulan data, BPS Kabupaten Kediri telah melatih petugas yang bertugas di lapangan.

    “Jumlah petugas yang nanti akan terlibat di pendataan di wilayah Kabupaten Kediri sebanyak 1.532 petugas lapangan yang akan secara masif dan akan mendata keseluruhan di wilayah Kabupaten Kediri di 26 kecamatan tanpa ada yang terlewat,” ujarnya.

    Menurut Bambang, hingga saat ini sekitar 89 persen petugas telah menyelesaikan pelatihan, sementara sisanya masih mengikuti proses pelatihan di lima lokasi yang telah disiapkan BPS.

    Dalam pelaksanaannya, petugas akan menggunakan metode door to door dengan mendatangi setiap bangunan rumah tangga maupun bangunan usaha.

    Pendataan ini tidak hanya menyasar usaha besar dan menengah, tetapi juga usaha mikro, usaha rumahan, hingga usaha berbasis digital yang selama ini sulit teridentifikasi secara langsung.

    “Ya, jadi ketika berkunjung ke bangunan rumah tempat tinggal gitu ya, kemudian berkomunikasi apakah yang tinggal di rumah ini ada yang memiliki usaha. Ya, salah satunya usaha digital tadi gitu ya,” jelasnya.

    BPS juga menegaskan bahwa seluruh petugas sensus merupakan petugas resmi yang dilengkapi identitas dan bekerja menggunakan aplikasi digital atau paperless, sehingga proses pengumpulan data menjadi lebih cepat dan akurat.

    Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, Mohamad Solikin, mengajak seluruh masyarakat, pelaku usaha, pemerintah desa, hingga unsur TNI dan Polri untuk mendukung pelaksanaan sensus. Menurutnya, dukungan masyarakat sangat dibutuhkan agar petugas dapat bekerja dengan aman dan nyaman selama masa pendataan.

    “Tentunya kita harus mendukung pelaksanaan sensus ini dengan membuka akses komunikasi yang baik, menyambut petugas dengan hangat dan berikanlah jawaban yang juju mengenai apa yang ditanyakan. Tugas kita semuanya untuk mendukung dan memberikan support sepenuhnya agar tugas mulia ini bisa berjalan dengan sebaik-baiknya,” terangnya.

    Pada kesempatan tersebut, Solikin juga menyampaikan pesan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. “Tunjukkan sikap yang ramah, santun, humanis, dan dapat dipercaya. Jaga kerahasiaan data responden dengan sebaik-baiknya. Semangat jujur demi undang-undang,” katanya.

    Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu menghasilkan data yang lengkap dan akurat, sehingga menjadi fondasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kediri yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan. [nik/ang]

    Berita Kediri Kota Kediri Sensus Ekonomi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleKian Masif dengan Modus Beragam, Pemkot Kediri Edukasi Pemilik Toko Kelontong untuk Cegah Peredaran Rokok Ilegal

    Info Lainnya

    Kian Masif dengan Modus Beragam, Pemkot Kediri Edukasi Pemilik Toko Kelontong untuk Cegah Peredaran Rokok Ilegal

    11 Juni 2026 - 22:03

    Satgas Pangan Temukan Kenaikan Harga Komoditas dan Berkurangnya Stok Minyakita di Kediri

    11 Juni 2026 - 21:56

    Kota Kediri Deklarasikan Aman Suro 2026, 900 Personel Disiagakan

    11 Juni 2026 - 21:49

    Santri MMQ Kediri Hilang Terseret Ombak Saat Outing Class di Pantai Pangi Blitar

    11 Juni 2026 - 21:44

    Harga Kedelai Impor Naik Jadi Rp12.000 per Kilogram, Pengrajin Tempe Kediri Mulai Sesuaikan Harga Jual

    10 Juni 2026 - 16:54

    Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Warga Kediri Mulai Beralih ke Pertalite

    10 Juni 2026 - 16:46
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Sensus Ekonomi 2026 Mulai 15 Juni, BPS Kediri Bidik Usaha Digital yang Tak Kasat Mata

    12 Juni 2026 - 16:27

    Kian Masif dengan Modus Beragam, Pemkot Kediri Edukasi Pemilik Toko Kelontong untuk Cegah Peredaran Rokok Ilegal

    11 Juni 2026 - 22:03

    Satgas Pangan Temukan Kenaikan Harga Komoditas dan Berkurangnya Stok Minyakita di Kediri

    11 Juni 2026 - 21:56

    Kota Kediri Deklarasikan Aman Suro 2026, 900 Personel Disiagakan

    11 Juni 2026 - 21:49

    Santri MMQ Kediri Hilang Terseret Ombak Saat Outing Class di Pantai Pangi Blitar

    11 Juni 2026 - 21:44
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.