Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Tekad, Proses dan Doa Antar Nanda Raih 5 Emas Ju-Jitsu di Usia 15 Tahun

    2 September 2026 - 21:29

    Awasi Integritas Anggota, Polres Kediri Tes Urine Seluruh Personel Satresnarkoba

    2 September 2026 - 21:23

    Pramusim Usai, Persik Kediri Mulai Fokus Tatap Laga Perdana Kontra Dewa United

    2 September 2026 - 21:20
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Warga Tiga Desa di Kediri Geruduk Kecamatan, Tolak Tambang Pasir

    Warga Tiga Desa di Kediri Geruduk Kecamatan, Tolak Tambang Pasir

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 27 Agustus 2025 - 20:45
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Warga tiga desa di Ngancar, Kediri aksi menolak tambang pasir. [Nanik Dwi Jayanti/tahukediri.id]
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Ratusan warga dari tiga desa yakni Desa Sugihwaras, Desa Sempu, dan Desa Ngancar, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri menggeruduk kantor kecamatan setempat, pada Rabu (27/8/2025). Mereka melakukan aksi penolakan terhadap tambang pasir.

    Menurut mereka, pertambangan pasir yang berlokasi di perbatasan Desa Sempu dan Sugihwaras, tepatnya di aliran sungai lahar Petung Kobong tersebut tidak ada manfaatnya. Justru, pertambangan memberikan dampak negatif yang merugikan.

    “Saya juga menyaksikan keluarnya izin dari PSDM Pemprov Jawa Timur yang sudah beredar itu sama sekali tidak melibatkan masyarakat nah artinya ini apa yang terjadi padahal keluar izin itu harusnya kan melalui beberapa kajian melalui beberapa penelitian termasuk pelibatan masyarakat” kata Ahmad Hadi Rosid, salah satu warga Desa Sempu.

    Rosid menambahkan, semenjak adanya penambangan tersebut sumber mata air di Desa Sugihwaras menjadi lebih mengecil. Akibatnya, berdampak pada Desa Sempu dan Desa Ngancar yang mengambil sumber air dari mata air yang sama.

    Kemudian kegiatan penambang juga akan mengganggu aktivitas masyarakat yang akan bertani atau mencari rumput

    “Nah kalau itu, wilayah itu nanti ditambang akan jadi rusak, banyak pohon-pohon yang tumbang, banyak tanaman yang harus rusak terus akan mempengaruhi debit mata air yang sampai hari ini masih belum selesai penambangan itu ,” imbuhnya.

    Ia berharap pertambangan pasir yang dimulai sejak tanggal 24 Agustus tersebut segera ditutup agar tidak memliki dampak yang lebih luas.

    “Kami sangat berharap bahwa tolong jeritan kami masyarakat itu kita menolak kebenaran tambang itu karena tidak ada manfaat positif sama sekali manfaat positif sama sekali bagi masyarakat di sekitaran lokasi tambang itu sama,” jelasnya.

    Sementara itu, Plt Camat Ngancar Moh Muthoin, menyampaikan bahwa pihaknya juga merasa tidak tahu menahu terkait izin pertambangan tersebut.

    “Kalau yang jelas saya pribadi tidak pernah menandatangani masalah perizinan di tambang tersebut,” ujarnya.

    Namun pihanya menegaskan akan menyelesaikan masalah ini secepatnya agar tidak membuat kemarahan warga lebih besar

    “Kalau kami ya secara tegas tadi kan muspika sudah siap bawa, resikonya setiap kami menanggung berarti kan harus sama diselesaikan. Kalau menutup sementara, ya kita tutup sementara,” tandasnya. ***

    Reporter : Nanik Dwi Jayanti

    Aksi Penolakan kediri Ngancar Tambang Pasir
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleGelar Pasar Murah di Kediri, Pemprov Jatim Bantu Pendistribusian Beras SPHP
    Next Article Alasan Makan Bergizi Gratis Cenderung Hambar Menurut Tenaga Ahli Badan Gizi Nasional

    Info Lainnya

    Awasi Integritas Anggota, Polres Kediri Tes Urine Seluruh Personel Satresnarkoba

    2 September 2026 - 21:23

    Pramusim Usai, Persik Kediri Mulai Fokus Tatap Laga Perdana Kontra Dewa United

    2 September 2026 - 21:20

    Dari Jantung Pisang ke Pasar Nasional, Kisah Diah Bangkitkan Lagi UMKM-nya Usai Pandemi

    1 September 2026 - 20:04

    Ratusan Penambang Tradisional Kediri Raya Tuntut Tunggakan Pembayaran Proyek Tol

    1 September 2026 - 19:11

    Rotasi Tiga Kapolsek, Polres Kediri Dorong Energi Baru untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

    31 Agustus 2026 - 20:22

    Wali Kota Kediri Turun Tangan Dampingi Korban Kekerasan Seksual, Minta Polisi Tegas

    31 Agustus 2026 - 20:18
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Tekad, Proses dan Doa Antar Nanda Raih 5 Emas Ju-Jitsu di Usia 15 Tahun

    2 September 2026 - 21:29

    Awasi Integritas Anggota, Polres Kediri Tes Urine Seluruh Personel Satresnarkoba

    2 September 2026 - 21:23

    Pramusim Usai, Persik Kediri Mulai Fokus Tatap Laga Perdana Kontra Dewa United

    2 September 2026 - 21:20

    Dari Jantung Pisang ke Pasar Nasional, Kisah Diah Bangkitkan Lagi UMKM-nya Usai Pandemi

    1 September 2026 - 20:04

    Ratusan Penambang Tradisional Kediri Raya Tuntut Tunggakan Pembayaran Proyek Tol

    1 September 2026 - 19:11
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.