Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Warga Tiga Desa di Kediri Geruduk Kecamatan, Tolak Tambang Pasir

    Warga Tiga Desa di Kediri Geruduk Kecamatan, Tolak Tambang Pasir

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 27 Agustus 2025 - 20:45
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Warga tiga desa di Ngancar, Kediri aksi menolak tambang pasir. [Nanik Dwi Jayanti/tahukediri.id]
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Ratusan warga dari tiga desa yakni Desa Sugihwaras, Desa Sempu, dan Desa Ngancar, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri menggeruduk kantor kecamatan setempat, pada Rabu (27/8/2025). Mereka melakukan aksi penolakan terhadap tambang pasir.

    Menurut mereka, pertambangan pasir yang berlokasi di perbatasan Desa Sempu dan Sugihwaras, tepatnya di aliran sungai lahar Petung Kobong tersebut tidak ada manfaatnya. Justru, pertambangan memberikan dampak negatif yang merugikan.

    “Saya juga menyaksikan keluarnya izin dari PSDM Pemprov Jawa Timur yang sudah beredar itu sama sekali tidak melibatkan masyarakat nah artinya ini apa yang terjadi padahal keluar izin itu harusnya kan melalui beberapa kajian melalui beberapa penelitian termasuk pelibatan masyarakat” kata Ahmad Hadi Rosid, salah satu warga Desa Sempu.

    Rosid menambahkan, semenjak adanya penambangan tersebut sumber mata air di Desa Sugihwaras menjadi lebih mengecil. Akibatnya, berdampak pada Desa Sempu dan Desa Ngancar yang mengambil sumber air dari mata air yang sama.

    Kemudian kegiatan penambang juga akan mengganggu aktivitas masyarakat yang akan bertani atau mencari rumput

    “Nah kalau itu, wilayah itu nanti ditambang akan jadi rusak, banyak pohon-pohon yang tumbang, banyak tanaman yang harus rusak terus akan mempengaruhi debit mata air yang sampai hari ini masih belum selesai penambangan itu ,” imbuhnya.

    Ia berharap pertambangan pasir yang dimulai sejak tanggal 24 Agustus tersebut segera ditutup agar tidak memliki dampak yang lebih luas.

    “Kami sangat berharap bahwa tolong jeritan kami masyarakat itu kita menolak kebenaran tambang itu karena tidak ada manfaat positif sama sekali manfaat positif sama sekali bagi masyarakat di sekitaran lokasi tambang itu sama,” jelasnya.

    Sementara itu, Plt Camat Ngancar Moh Muthoin, menyampaikan bahwa pihaknya juga merasa tidak tahu menahu terkait izin pertambangan tersebut.

    “Kalau yang jelas saya pribadi tidak pernah menandatangani masalah perizinan di tambang tersebut,” ujarnya.

    Namun pihanya menegaskan akan menyelesaikan masalah ini secepatnya agar tidak membuat kemarahan warga lebih besar

    “Kalau kami ya secara tegas tadi kan muspika sudah siap bawa, resikonya setiap kami menanggung berarti kan harus sama diselesaikan. Kalau menutup sementara, ya kita tutup sementara,” tandasnya. ***

    Reporter : Nanik Dwi Jayanti

    Aksi Penolakan kediri Ngancar Tambang Pasir
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleGelar Pasar Murah di Kediri, Pemprov Jatim Bantu Pendistribusian Beras SPHP
    Next Article Alasan Makan Bergizi Gratis Cenderung Hambar Menurut Tenaga Ahli Badan Gizi Nasional

    Info Lainnya

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50

    Rumah di Purwoasri Kediri Terbakar Saat Pemilik Terlelap, Kerugian Capai Rp250 Juta

    18 Juli 2026 - 08:06

    Tak Sekadar Lulus, Mas Bup Ingatkan Peserta PBK 2026 Harus Mampu Berkarya di Dunia Kerja

    17 Juli 2026 - 22:38

    Labfor Polda Jatim Olah TKP Pembakaran Rumah Janda di Plosoklaten Kediri

    17 Juli 2026 - 22:25

    Kasus Kekerasan Anak Meningkat, Pemkab Kediri Intensifkan Edukasi Anti-Bullying di Sekolah

    16 Juli 2026 - 20:26
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50

    Rumah di Purwoasri Kediri Terbakar Saat Pemilik Terlelap, Kerugian Capai Rp250 Juta

    18 Juli 2026 - 08:06

    Tak Sekadar Lulus, Mas Bup Ingatkan Peserta PBK 2026 Harus Mampu Berkarya di Dunia Kerja

    17 Juli 2026 - 22:38
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.