Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Kota Kediri Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Wushu Jatim dan Nasional, 1.306 Atlet Ambil Bagian

    16 Oktober 2026 - 20:40

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tahu Hukum
    • Tentang
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Kisah Ojek Pengkolan Terminal Pare Kediri : Setia di Tengah Gempuran Digital

    Kisah Ojek Pengkolan Terminal Pare Kediri : Setia di Tengah Gempuran Digital

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 7 Juli 2025 - 18:59
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Kisah Ojek Pengkolan Terminal Pare Kediri. [foto : Nanik Dwi Jayanti/tahukediri.id]
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Di tengah pesatnya pertumbuhan layanan ojek online, kisah berbeda justru hadir dari Terminal Pare, Kabupaten Kediri. Para tukang ojek pengkolan di lokasi ini tetap bertahan, meski pendapatan tak menentu dan persaingan makin ketat. Keberadaan mereka tak lantas tergeser, meskipun kerap menghadapi pelanggaran batas jemput yang dilakukan oleh ojek berbasis aplikasi.

    Sejak lama, telah disepakati titik batas penjemputan untuk ojek online: di sebelah utara Masjid Al Amin dan di sebelah selatan Pabrik Bisi. Aturan itu dituangkan secara resmi dan disepakati kedua pihak. Pelanggar bahkan bisa dikenai denda administratif sebesar Rp25.000. Namun kenyataannya, pelanggaran masih saja terjadi.

    “Banyak yang melanggar, yang melanggar ojek online itu sering melanggar padahal sudah diberi peraturan kalau melanggar itu sanksinya Rp25.000. Tapi kenapa masih ada yang melanggar aja,” kata Pak Di, salah satu ojek pengkolan yang mangkal di Terminal Pare, Senin (7/7/2025).

    Banner Promo

    Saat menemukan pelanggaran, Pak Di lebih memilih menyelesaikan secara personal, tanpa menimbulkan keributan.
    “Jadi saya kasih tahu, disiplin lah pengambilan itu dimana titik pengambilan itu dimana. Jangan sampe rame,” terangnya.

    Keputusan bertahan menjadi ojek pengkolan tak semata-mata karena alasan ekonomi. Sejak 2005, mereka tergabung dalam Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) yang dibentuk langsung oleh Polres Kabupaten Kediri. Forum ini menjadi wadah solidaritas dan pelindung eksistensi mereka di tengah persaingan digital.

    “Saya disuruh ojek online saya ndak mau, saya menikmati pelayanan ini saja,” ujarnya.

    Hal serupa diungkapkan Samsul, sesama tukang ojek di Terminal Pare. Meski hasil dari mengojek tak lagi sebesar dulu dan kini hanya menjadi pekerjaan sampingan, ia memilih bertahan karena merasa nyaman dengan keberadaan paguyuban yang solid.

    “Saya tetap milih disini mbak, karena disini sudah ada paguyubannya mbak,” katanya.

    Ciri khas ojek pengkolan di Terminal Pare adalah rompi biru yang mereka kenakan. Hingga kini, tercatat sekitar 30 ojek masih aktif beroperasi di terminal ini, menjadi saksi keteguhan mereka menjaga ruang di tengah gelombang digitalisasi transportasi. ***

    Reporter : Nanik Dwi Jayanti

    kediri Ojek Terminal Pare
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleKota Kediri Tembus Empat Besar Porprov Jatim 2025, Bak Pasukan Spartan
    Next Article Suminar Batik, Pelopor Batik Khas Kediri dengan 400 Motif Ikonik dan Filosofis

    Info Lainnya

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33

    Buntut Protes Warga, Tambang PT EPAS di Puncu Ditutup Sementara hingga Kajian Independen Keluar

    16 Oktober 2026 - 15:55

    Sasar Dua Kafe Karaoke di Kras, Polres Kediri Temukan Satu Orang Diduga Positif Narkoba

    15 Oktober 2026 - 19:21

    Kunjungi KDMP Sonorejo, Menko Pangan Tekankan Penyaluran Subsidi Tepat ke Masyarakat

    15 Oktober 2026 - 19:17

    Peringati Hari Pelajar Sedunia, BLK Arsy Gas Indonesia dan ICA Ajak Siswa SMK Kartanegara Wates Masak 2.500 Porsi

    15 Oktober 2026 - 13:31
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Kota Kediri Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Wushu Jatim dan Nasional, 1.306 Atlet Ambil Bagian

    16 Oktober 2026 - 20:40

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33

    Buntut Protes Warga, Tambang PT EPAS di Puncu Ditutup Sementara hingga Kajian Independen Keluar

    16 Oktober 2026 - 15:55

    Sasar Dua Kafe Karaoke di Kras, Polres Kediri Temukan Satu Orang Diduga Positif Narkoba

    15 Oktober 2026 - 19:21
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.