Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Dari Jantung Pisang ke Pasar Nasional, Kisah Diah Bangkitkan Lagi UMKM-nya Usai Pandemi

    1 September 2026 - 20:04

    Ratusan Penambang Tradisional Kediri Raya Tuntut Tunggakan Pembayaran Proyek Tol

    1 September 2026 - 19:11

    Rotasi Tiga Kapolsek, Polres Kediri Dorong Energi Baru untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

    31 Agustus 2026 - 20:22
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Nasib Tukang Becak di Pare Kediri, Tetap Mengayuh di Tengah Gempuran Ojol dan Bentor, Demi Sehat dan Syukur Hidup

    Nasib Tukang Becak di Pare Kediri, Tetap Mengayuh di Tengah Gempuran Ojol dan Bentor, Demi Sehat dan Syukur Hidup

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 10 Juni 2025 - 12:10
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Di tengah deru zaman yang kian cepat, keberadaan becak kayuh di Pare, Kediri, kian tergerus oleh maraknya ojek online (ojol) dan becak motor (bentor). Moda transportasi tradisional ini perlahan kehilangan pamornya, tergantikan oleh pilihan yang lebih cepat dan modern.

    Namun, masih ada suara-suara pelan yang menolak tunduk pada arus itu, suara yang datang dari pedal becak yang tetap dikayuh dengan peluh dan tekad.

    Adalah Supardianto (65) dan Wiji Sutrisno (58), dua penarik becak kayuh yang memilih tetap setia pada kayuhan mereka. Bukan karena tak mampu beralih, tapi karena mereka melihat nilai yang lebih besar dari sekadar kecepatan, kesehatan dan rasa syukur.

    “Bisa saja beralih ke bentor, tapi saya milih ngayuh untuk jaga kesehatan. Dibilang cukup ya cukup, dibilang enggak ya enggak. Disyukuri aja mbak,” tutur Supardianto saat ditemui reporter tahukediri.id, Selasa (10/6/2025).

    Para tukang becak di Pare Kediri. [foto : Nanik Dwi Jayanti/tahukediri.id]

    Setiap pagi, Supardianto memarkir becaknya di depan Pasar Baru Pare. Hingga pukul 11.00, ia menunggu penumpang dengan sabar. Setelahnya, ia kembali ke rumah untuk menjalankan peran lainnya: sebagai guru ngaji bagi anak-anak di lingkungan sekitarnya.

    Sementara itu, Wiji Sutrisno yang juga menggantungkan hidupnya dari kayuhan becak, menghabiskan waktu sore hari dengan menjadi tukang bersih-bersih di rumah warga. Pendapatannya berkisar Rp28.000 hingga Rp30.000 per hari, jauh dari kata mewah, namun cukup bagi mereka yang menjunjung syukur sebagai pedoman hidup.

    Di tengah geliat digitalisasi dan efisiensi, kisah Supardianto dan Wiji adalah pengingat bahwa tidak semua harus dikejar dengan kecepatan. Ada pilihan untuk tetap berjalan pelan, asal penuh makna. ***

    Reporter : Nanik Dwi Jayanti

    kediri Ojol Tukang Becak
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleSoto Ayam Kampung Misholfa Pare Kediri, Cita Rasa Lamongan yang Konsisten Sejak 1999
    Next Article Diduga Terkilir di Gunung Klotok, Pendaki 17 Tahun Diselamatkan Tim Gabungan Berkat Lapor Mbak Wali 112

    Info Lainnya

    Dari Jantung Pisang ke Pasar Nasional, Kisah Diah Bangkitkan Lagi UMKM-nya Usai Pandemi

    1 September 2026 - 20:04

    Ratusan Penambang Tradisional Kediri Raya Tuntut Tunggakan Pembayaran Proyek Tol

    1 September 2026 - 19:11

    Rotasi Tiga Kapolsek, Polres Kediri Dorong Energi Baru untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

    31 Agustus 2026 - 20:22

    Wali Kota Kediri Turun Tangan Dampingi Korban Kekerasan Seksual, Minta Polisi Tegas

    31 Agustus 2026 - 20:18

    Waspada Penipuan Investasi Bodong, BRI Nganjuk Ingatkan Warga Jangan Tergiur Imbal Hasil Tinggi Tak Wajar

    31 Agustus 2026 - 13:45

    Dari Konter Sembako Jadi Agen BRILink, Rere Cell Andalan Transaksi Keuangan Warga Ngronggot Nganjuk

    30 Agustus 2026 - 20:02
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Dari Jantung Pisang ke Pasar Nasional, Kisah Diah Bangkitkan Lagi UMKM-nya Usai Pandemi

    1 September 2026 - 20:04

    Ratusan Penambang Tradisional Kediri Raya Tuntut Tunggakan Pembayaran Proyek Tol

    1 September 2026 - 19:11

    Rotasi Tiga Kapolsek, Polres Kediri Dorong Energi Baru untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

    31 Agustus 2026 - 20:22

    Wali Kota Kediri Turun Tangan Dampingi Korban Kekerasan Seksual, Minta Polisi Tegas

    31 Agustus 2026 - 20:18

    7 Atlet, 10 Medali! Ju-Jitsu Kabupaten Kediri Ukir Prestasi di Piala Gubernur Jatim 2026

    31 Agustus 2026 - 13:56
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.