Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Kota Kediri Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Wushu Jatim dan Nasional, 1.306 Atlet Ambil Bagian

    16 Oktober 2026 - 20:40

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tahu Hukum
    • Tentang
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Nasib Tukang Becak di Pare Kediri, Tetap Mengayuh di Tengah Gempuran Ojol dan Bentor, Demi Sehat dan Syukur Hidup

    Nasib Tukang Becak di Pare Kediri, Tetap Mengayuh di Tengah Gempuran Ojol dan Bentor, Demi Sehat dan Syukur Hidup

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 10 Juni 2025 - 12:10
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Di tengah deru zaman yang kian cepat, keberadaan becak kayuh di Pare, Kediri, kian tergerus oleh maraknya ojek online (ojol) dan becak motor (bentor). Moda transportasi tradisional ini perlahan kehilangan pamornya, tergantikan oleh pilihan yang lebih cepat dan modern.

    Namun, masih ada suara-suara pelan yang menolak tunduk pada arus itu, suara yang datang dari pedal becak yang tetap dikayuh dengan peluh dan tekad.

    Adalah Supardianto (65) dan Wiji Sutrisno (58), dua penarik becak kayuh yang memilih tetap setia pada kayuhan mereka. Bukan karena tak mampu beralih, tapi karena mereka melihat nilai yang lebih besar dari sekadar kecepatan, kesehatan dan rasa syukur.

    Banner Promo

    “Bisa saja beralih ke bentor, tapi saya milih ngayuh untuk jaga kesehatan. Dibilang cukup ya cukup, dibilang enggak ya enggak. Disyukuri aja mbak,” tutur Supardianto saat ditemui reporter tahukediri.id, Selasa (10/6/2025).

    Para tukang becak di Pare Kediri. [foto : Nanik Dwi Jayanti/tahukediri.id]

    Setiap pagi, Supardianto memarkir becaknya di depan Pasar Baru Pare. Hingga pukul 11.00, ia menunggu penumpang dengan sabar. Setelahnya, ia kembali ke rumah untuk menjalankan peran lainnya: sebagai guru ngaji bagi anak-anak di lingkungan sekitarnya.

    Sementara itu, Wiji Sutrisno yang juga menggantungkan hidupnya dari kayuhan becak, menghabiskan waktu sore hari dengan menjadi tukang bersih-bersih di rumah warga. Pendapatannya berkisar Rp28.000 hingga Rp30.000 per hari, jauh dari kata mewah, namun cukup bagi mereka yang menjunjung syukur sebagai pedoman hidup.

    Di tengah geliat digitalisasi dan efisiensi, kisah Supardianto dan Wiji adalah pengingat bahwa tidak semua harus dikejar dengan kecepatan. Ada pilihan untuk tetap berjalan pelan, asal penuh makna. ***

    Reporter : Nanik Dwi Jayanti

    kediri Ojol Tukang Becak
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleSoto Ayam Kampung Misholfa Pare Kediri, Cita Rasa Lamongan yang Konsisten Sejak 1999
    Next Article Diduga Terkilir di Gunung Klotok, Pendaki 17 Tahun Diselamatkan Tim Gabungan Berkat Lapor Mbak Wali 112

    Info Lainnya

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33

    Buntut Protes Warga, Tambang PT EPAS di Puncu Ditutup Sementara hingga Kajian Independen Keluar

    16 Oktober 2026 - 15:55

    Sasar Dua Kafe Karaoke di Kras, Polres Kediri Temukan Satu Orang Diduga Positif Narkoba

    15 Oktober 2026 - 19:21

    Kunjungi KDMP Sonorejo, Menko Pangan Tekankan Penyaluran Subsidi Tepat ke Masyarakat

    15 Oktober 2026 - 19:17

    Peringati Hari Pelajar Sedunia, BLK Arsy Gas Indonesia dan ICA Ajak Siswa SMK Kartanegara Wates Masak 2.500 Porsi

    15 Oktober 2026 - 13:31
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Kota Kediri Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Wushu Jatim dan Nasional, 1.306 Atlet Ambil Bagian

    16 Oktober 2026 - 20:40

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33

    Buntut Protes Warga, Tambang PT EPAS di Puncu Ditutup Sementara hingga Kajian Independen Keluar

    16 Oktober 2026 - 15:55

    Sasar Dua Kafe Karaoke di Kras, Polres Kediri Temukan Satu Orang Diduga Positif Narkoba

    15 Oktober 2026 - 19:21
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.