Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Dari Jantung Pisang ke Pasar Nasional, Kisah Diah Bangkitkan Lagi UMKM-nya Usai Pandemi

    1 September 2026 - 20:04

    Ratusan Penambang Tradisional Kediri Raya Tuntut Tunggakan Pembayaran Proyek Tol

    1 September 2026 - 19:11

    Rotasi Tiga Kapolsek, Polres Kediri Dorong Energi Baru untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

    31 Agustus 2026 - 20:22
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»ODGJ Kabupaten Kediri Tembus 3.531 Penderita

    ODGJ Kabupaten Kediri Tembus 3.531 Penderita

    Mohamad EdyMohamad Edy News 9 September 2025 - 10:18
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Kediri Dodi Purwanto mendorong Dinas Kesehatan untuk lebih meningkatkan pelayanan kesehatan kepada para penderita ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa).

    Menurutnya, pelayanan kesehatan harus lebih ditingkatkan karena jumlah penderita ODGJ di wilayah Kabupaten Kediri semakin bertambah. Dodi menilai apa yang sudah dilakukan oleh tim Dinas Kesehatan melalui Puskesmas atau pun Posyandu Jiwa yang ada di sejumlah desa sebenarnya berjalan cukup baik.

    Petugas Posyandu Jiwa ODGJ telah memberikan pelayanan kesehatan dengan mendatangi setiap pasien gangguan jiwa secara dor to dor dari rumah ke rumah untuk mengecek kondisi kesehatan sekaligus pemberian obat. Tidak hanya itu posyandu jiwa juga mengajak penderita ODGJ untuk melakukan kegiatan senam bersama rutin setiap satu bulan sekali.

    “Memang menjadi perhatian khusus bagi kita, karena jumlah penderita ODGJ dalam kurun waktu yang akhir ini di tahun 2025 naik secara signifikan,” terangnya, pada Jumat 5 September 2025.

    Menurut dia banyak faktor yang menjadi penyebab warga Kabupaten Kediri menderita gangguan jiwa diantaranya karena permasalahan ekonomi dan sebagainya.

    “Akan tetapi kami berharap ini kan leading sektornya Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan. Kedua lembaga Pemerintahan tersebut bisa berkolaborasi dengan mengajak Pemerintah Desa untuk segera melakukan pendataan agar bisa diantisipasi melalui peningkatan pelayanan kesehatan Posyandu ODGJ di masing masing tiap desa,” terangnya

    Lebih lanjut dalam situasi seperti sekarang, kata Dodi Purwanto semuanya tidak bisa difokuskan untuk memberikan pelayanan penanganan kesehatan ODGJ saja, tetapi juga dibutuhkan upaya ikhtiar pencegahan. Disamping itu peran keluarga juga bepengaruh terkait keterbukaan informasi tentang si pasien dan dorongan motivasi yang diberikan.

    “Karena semua persoalan kasus ODGJ harus dicegah lebih dulu melalui lingkup skala kecil atau internal keluarga. Keluarga pun harus transparan terbuka jangan malu kalau ada ada salah satu kerabatnya ada yang menderita gangguan jiwa. Karena harus tetap kordinasi dengan Pemerintah Desa dengan puskesmas dan melaporkan ke Dinsos,” imbaunya.

    Dodi Purwanto menambahkan peran serta kepala desa dan sejumlah relawan yang sudah pro aktif memberikan pelayanan pembinaan kepada warganya yang menderita gangguan jiwa patut di juga diberikan apresiasi.

    “Dan apabila kondisi pasien dalam kondisi rawan dianggap membahayakan orang lain, bisa langsung dibawah ke RS Jiwa di kirim ke Menur Surabaya atau RSJ Lawang. Tidak lupa kita juga memberi apresiasi atau sangat berterima kasih adanya penampungan ODGJ yang dikelola secara pribadi atau upaya dari sejumlah relawan seperti di Desa Susu Bangau, Desa Kecamatan Badas dan seperti di Desa Ploso Lor,” ungkapnya.

    Seperti diketahui, Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri mencatat dalam kurun waktu 7 bulan terakir bulan Januari hingga Juli 2025 jumlah penderita ODGJ di Kabupaten Kediri tembus diangka 3.531 jiwa. ***

    Reporter : Abdur Rosyid

    DPRD Kabupaten Kediri ODGJ
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleKafe AR KTV Kediri Keberatan Garis Polisi Belum Dicabut Usai Kasus Overdosis
    Next Article Elpiji Ngowos, Warung Sate di Pare Kediri Terbakar, 5 Karyawan Terluka

    Info Lainnya

    Dari Jantung Pisang ke Pasar Nasional, Kisah Diah Bangkitkan Lagi UMKM-nya Usai Pandemi

    1 September 2026 - 20:04

    Ratusan Penambang Tradisional Kediri Raya Tuntut Tunggakan Pembayaran Proyek Tol

    1 September 2026 - 19:11

    Rotasi Tiga Kapolsek, Polres Kediri Dorong Energi Baru untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

    31 Agustus 2026 - 20:22

    Wali Kota Kediri Turun Tangan Dampingi Korban Kekerasan Seksual, Minta Polisi Tegas

    31 Agustus 2026 - 20:18

    Waspada Penipuan Investasi Bodong, BRI Nganjuk Ingatkan Warga Jangan Tergiur Imbal Hasil Tinggi Tak Wajar

    31 Agustus 2026 - 13:45

    Dari Konter Sembako Jadi Agen BRILink, Rere Cell Andalan Transaksi Keuangan Warga Ngronggot Nganjuk

    30 Agustus 2026 - 20:02
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Dari Jantung Pisang ke Pasar Nasional, Kisah Diah Bangkitkan Lagi UMKM-nya Usai Pandemi

    1 September 2026 - 20:04

    Ratusan Penambang Tradisional Kediri Raya Tuntut Tunggakan Pembayaran Proyek Tol

    1 September 2026 - 19:11

    Rotasi Tiga Kapolsek, Polres Kediri Dorong Energi Baru untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

    31 Agustus 2026 - 20:22

    Wali Kota Kediri Turun Tangan Dampingi Korban Kekerasan Seksual, Minta Polisi Tegas

    31 Agustus 2026 - 20:18

    7 Atlet, 10 Medali! Ju-Jitsu Kabupaten Kediri Ukir Prestasi di Piala Gubernur Jatim 2026

    31 Agustus 2026 - 13:56
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.