Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»Seni dan Budaya»Perlu Dicontoh, Desa Keling Pertama Kalinya Gelar Karnaval Sesuai Aturan Pemkab Kediri

    Perlu Dicontoh, Desa Keling Pertama Kalinya Gelar Karnaval Sesuai Aturan Pemkab Kediri

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti Seni dan Budaya 3 Agustus 2025 - 11:05
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Karnaval Desa Keling atau lebih dikenal dengan Keling Carnival merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan Desa Keling, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri setiap tahunnya untuk memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia di bulan Agustus.

    Namun berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun 2025 ini pihaknya menggunakan jalur dalam alias jalur desa, tepatnya di Dusun Jegles. Hal ini dilakukan guna mematuhi regulasi dari Pemerintah Kabupaten Kediri mengenai aturan Penggunaan Sound System Pada Pawai di Kabupaten Kediri.

    “Karena kita ada aturan terkait karnaval di Kabupaten Kediri, baru kali ini kita mengadakan di jalur dalam ataupun jalan desa, benar-benar tidak menggunakan jalur protokol,” terang Ketua Panitia Keling Carnival, Didin Saputra.

    Pihaknya juga hanya menggunakan beberapa sound system untuk pelaksanaan Keling Carnival dengan tema The Movie pada Sabtu, 2 Agustus 2025.

    Menurut Didin hal ini juga ingin menyadarkan masyarakat Desa Keling pada umumnya bahwa kegiatan karnaval bukan hanya sebatas sound horeg tetapi juga untuk menumbuhkan kreativitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

    “Harapannya semakin tahun semakin banyak masyarakat Desa Keling yang sadar ternyata karnaval itu bukan hanya sound horeg, karnaval itu bisa berkarya, bisa membuat beragam karya seni seperti kostum-kostum karnival dan juga kaya pertunjukan tari seperti itu, karena kita harapkan mereka itu membuat kostum-kostum, membua semacam odong-odong untuk karnival itu bisa pertumbuhan ekonomi baik itu bisa disewakan atau bisa dijual,” jelasnya.

    Didin melanjutkan, mungkin kedepan kegiatan karnival ini hanya akan menunjukkan kreativitas masyarakat tanpa adanya sound system.

    Meski begitu, pelaksanaan karnaval di jalan desa tersebut menuai pro-kontra bagi penikmat pertunjukan berbagai macam kostum unik yang diselenggarakan setiap tahunnya tersebut. Salah satunya adalah Yuli, warga Desa Darmawulan yang tak pernah absen meliha pertunjukan karnaval merasa tahun ini tidak lebih ramai dari tahun sebelumnya.

    “Lebih rame tahun kemarin mbak, soale gak enek sound-sound ne mbak jadi nggak rame, terus ini jalannya juga kurang lebar, tahun kemarin kan lewat jalan raya mbak. Kalau kostumnya ya sama aja,” katanya pada reporter tahukediri.id.

    Namun hal berbeda dirasakan Rini, warga Desa Tertek yang mengaku atmosfer karnaval tahun ini lebih ramai dibanding sebelumnya, begitu juga dengan kostum yang ditampilkan lebih bagus.

    Menurutnya menggunakan jalur desa lebih baik, karena menganggap karnaval ini ditujukan untuk masyarakat desa.

    “Ya menurut saya bagusan lewat desa lah kan nontonnya juga orang desa-desa. Ini saya juga pertama nonton di sini, sebelumnya di pinggir jalan raya,” ujarnya.

    Keling Carnival tahun ini diikuti oleh 22 peserta yang terdiri dari instansi maupun masyarakat umum, mulai dari anak-anak kalangan posyandu, Paud hingga dewasa. ***

    Reporter : Nanik Dwi Jayanti

    Karnaval Keling Pemkab Kediri
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticlePemkab Kediri Akan Gelar Pogram Gerakan Pangan Murah di 26 Kecamatan
    Next Article Buka Lomba Cipta Tari Kreasi Pecut Samandiman, Gus Qowim: Budaya Patut Dikembangkan

    Info Lainnya

    Kasus Kekerasan Anak Meningkat, Pemkab Kediri Intensifkan Edukasi Anti-Bullying di Sekolah

    16 Juli 2026 - 20:26

    Candi Tegowangi Jadi Panggung Sastra Saraswati Sewana Yatra 2026

    16 Juli 2026 - 20:07

    Kirab Agung Budaya Dorok Tutup Rangkaian Bulan Suro, Toleransi Jadi Pesan Utama

    12 Juli 2026 - 17:45

    Ratusan Warga Semarakkan Tradisi Unduh-Unduh GKJW Sidorejo, Lelang Hasil Panen Jadi Daya Tarik

    12 Juli 2026 - 17:30

    Wisatawan Jepang Ikut Jamasan Arca Totok Kerot Kediri, Tertarik Pelestarian Budaya dan Sejarah Lokal

    9 Juli 2026 - 19:41

    Gertek 2026, Pemkab Kediri Bidik Regenerasi Petani dan Swasembada Pangan Berkelanjutan

    6 Juli 2026 - 17:35
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50

    Rumah di Purwoasri Kediri Terbakar Saat Pemilik Terlelap, Kerugian Capai Rp250 Juta

    18 Juli 2026 - 08:06

    Tak Sekadar Lulus, Mas Bup Ingatkan Peserta PBK 2026 Harus Mampu Berkarya di Dunia Kerja

    17 Juli 2026 - 22:38
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.