Kediri (tahukediri.id) – Semangat Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terlihat di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Berbagai lomba jenis olahraga mengawali semarak hari ulang tahun kemerdekaan 2026. Di antaranya lomba catur yang diselenggarakan pada hari ini, Kamis (6/8/).
Sebanyak 32 pelajar SMP dan MTs negeri maupun swasta se-Kecamatan Pare mengikuti olahraga adu strategi tersebut. Total peserta yang terdiri atas 18 putra dan 14 putri itu saling beradu kemampuan memikirkan strategi terbaik di atas papan catur.
Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah Althaf Haidar, siswa kelas IX SMP Negeri 2 Pare. Meski baru pertama kali mengikuti lomba catur tingkat kecamatan, Althaf mampu melaju hingga babak semifinal.
“Seru. Agak gugup, tapi lancar,” ujar Althaf saat ditemui usai pertandingan.
Althaf mengaku mengikuti lomba tersebut untuk meningkatkan kemampuan bermain caturnya setelah sebelumnya berhasil melalui seleksi internal selama tiga hari yang diikuti siswa kelas VII hingga IX. Dari proses itu dipilih masing-masing dua peserta putra dan dua peserta putri.
Menurutnya, tantangan terbesar dalam permainan catur adalah menghitung kemungkinan langkah yang akan dilakukan lawan.
“Kalkulasinya, memikirkan langkah selanjutnya dari lawan. Gerakannya bagaimana ke depannya,” ungkapnya.
Meski baru menjalani pengalaman pertamanya di ajang resmi, Althaf mengaku siap kembali bertanding apabila ada kesempatan mengikuti kejuaraan serupa. “Insyaallah ikut lagi,” Imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Lomba Catur PHBN Kecamatan Pare, Arif, mengatakan lomba catur merupakan agenda rutin dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI di tingkat kecamatan.
“Selain catur ada tenis meja, bulu tangkis, voli, lari 5K, kemudian ada dari Futsal untuk yang sebelum-sebelumnya. Ini kegiatan memang rutin dalam rangkaian PHBN Kecamatan Pare,” jelasnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kecamatan pare juga menggelar lari 5k untuk kalangan SMP-SMA sederajat dan gerak jalan tingkat SD, serta Tenis Meja jenjang SMA/SMK sederajat di hari yang sama.
Arif menjelaskan, meski cabang catur sempat vakum sekitar dua hingga tiga tahun setelah pandemi Covid-19. Namun gelaran olahraga otak tersebut selalu mendapat sambutan baik bagi peminatnya, terutama kalangan pelajar termasuk tahun ini.
“Alhamdulillah, di Kecamatan Pare peminatnya banyak karena ada klubnya juga di Pare itu. Dan masing-masing sekolah itu juga punya guru ekstra dari luar, dari privat kadang. Sehingga animo masyarakat, termasuk wali murid dan juga siswa sendiri itu sangat banyak sekali,” ujarnya.
Menurutnya, penyelenggaraan lomba bukan sekadar memeriahkan peringatan kemerdekaan, tetapi juga menjadi sarana menjaring bibit atlet berprestasi.
“Jadi ini hanya bukan sekedar hanya pelaksanaan kegiatan memeriahkan PHBN aja tapi target mereka sebetulnya jauh ke depan, bahkan bisa jadi pengin jadi pemain nasional,” jelasnya.
Arif menambahkan, tradisi penyelenggaraan lomba catur di Kecamatan Pare telah berlangsung sejak sekitar tahun 1990-an.
Dengan tingginya minat masyarakat, ia berharap cabang olahraga ini terus dipertahankan sebagai wadah pembinaan sekaligus melahirkan atlet-atlet catur berprestasi dari Kabupaten Kediri.
“Iya, agenda itu sebenarnya kita melihatnya di masyarakat, yang kita tujuannya memotivasi siswa agar cita-cita mereka itu ada yang mensuplai, ada motivasi. Karena dengan adanya program dari kabupaten, bahkan seperti apa ya itu pelatkab. Nanti pelatihan kabupaten itu sudah diambil dari anak-anak yang berbakat, nanti dibina, dibiayai untuk mewakili catur di Kabupaten Kediri,” pungkasnya.
Pelaksanaan PHBN di Kecamatan Pare dijadwalkan hingga 27 September mendatang. [nik/ang]

