Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Dari Jantung Pisang ke Pasar Nasional, Kisah Diah Bangkitkan Lagi UMKM-nya Usai Pandemi

    1 September 2026 - 20:04

    Ratusan Penambang Tradisional Kediri Raya Tuntut Tunggakan Pembayaran Proyek Tol

    1 September 2026 - 19:11

    Rotasi Tiga Kapolsek, Polres Kediri Dorong Energi Baru untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

    31 Agustus 2026 - 20:22
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Terdakwa Pembunuhan Satu Keluarga di Ngancar Kediri Mengaku Hanya Berniat Melukai

    Terdakwa Pembunuhan Satu Keluarga di Ngancar Kediri Mengaku Hanya Berniat Melukai

    Mohamad EdyMohamad Edy News 19 Juni 2025 - 22:33
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Penasihat hukum Moh. Rofian bertanya ke terdakwa pembunuhan satu keluarga di Ngancar Kediri.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Cahaya mentari siang di Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri terasa tak mampu menghangatkan ruang sidang kasus pembunuhan sadis yang dipenuhi suasana muram. Di hadapan majelis hakim, Yusa Cahyo Utomo duduk kaku.

    Pria 35 tahun itu adalah terdakwa dalam kasus pembunuhan satu keluarga di Desa Pandantoyo, Kecamatan Ngancar, yang mengguncang masyarakat Kediri dan sekitarnya. Betapa tidak, para korban adalah keluarganya sendiri.

    Dengan suara pelan, Yusa mengungkapkan fakta yang menyayat hati. “Martil yang dimaksud dalam kasus pembunuhan ini saya ambil dari rumah korban, tidak saya bawa dari rumah saya,” ucapnya saat ditanyai penasihat hukumnya, Moh Rofian.

    Perkataan itu menjadi awal dari potongan kesaksian yang menyibak kembali luka keluarga besar korban.

    Dalam sidang yang digelar Kamis siang itu, 19 Juni 2025, Yusa menjelaskan bahwa martil berada di bawah lincak, tempat tidur bambu, yang selama ini menjadi tempat ayahnya menyimpan peralatan kerja sebagai buruh pemotongan kayu. “Ada martil, sabit, sabit besar, dan gergaji,” lanjutnya.

    Pertanyaan pun mengarah pada motif. Jika sejak awal ia berniat menghabisi nyawa para korban, mengapa yang dipilih justru palu kecil? “Jika saya ingin membunuh, pasti saya ambil sabit besar,” jawab Yusa, menundukkan kepala. “Karena saya memang tidak membunuh, tapi hanya melukai saja.”

    Potongan dialog ini menjadi bahan renungan publik, mengingat terdakwa didakwa Jaksa Penuntut Umum Ni Luh Ayu dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, subsider pasal 338 KUHP, serta pasal 365 KUHP terkait pencurian dengan kekerasan.

    Fakta bahwa yang terbunuh adalah kakaknya sendiri, Kristina, bersama suami dan satu anak mereka, memperdalam luka batin yang ditinggalkan.

    Motif di balik tindakan Yusa pun terkuak, permintaan pinjaman uang yang ditolak sang kakak memicu amarah mendalam. Dalam sekejap, amarah berubah menjadi tragedi berdarah. Satu dari dua keponakannya tewas, sementara satu lainnya bertahan, meski sempat kritis.

    Suasana ruang sidang seolah membeku setiap kali nama korban disebut. Tak hanya tentang hukum, sidang ini menjadi panggung pilu tentang pecahnya ikatan keluarga, tentang luka yang tak mampu disembuhkan waktu, dan tentang batas tipis antara manusia dan amarah. ***

    jatim kediri pembunuhan pengakuan sidang terdakwa
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleRespon Kilat Mbak Wali: Pungli Parkir dan Kurangnya Tempat Sampah Langsung Ditindak
    Next Article Kediri Perkuat Pertahanan Siber Lewat Sosialisasi CSIRT untuk OPD dan BUMD

    Info Lainnya

    Dari Jantung Pisang ke Pasar Nasional, Kisah Diah Bangkitkan Lagi UMKM-nya Usai Pandemi

    1 September 2026 - 20:04

    Ratusan Penambang Tradisional Kediri Raya Tuntut Tunggakan Pembayaran Proyek Tol

    1 September 2026 - 19:11

    Rotasi Tiga Kapolsek, Polres Kediri Dorong Energi Baru untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

    31 Agustus 2026 - 20:22

    Wali Kota Kediri Turun Tangan Dampingi Korban Kekerasan Seksual, Minta Polisi Tegas

    31 Agustus 2026 - 20:18

    Waspada Penipuan Investasi Bodong, BRI Nganjuk Ingatkan Warga Jangan Tergiur Imbal Hasil Tinggi Tak Wajar

    31 Agustus 2026 - 13:45

    Dari Konter Sembako Jadi Agen BRILink, Rere Cell Andalan Transaksi Keuangan Warga Ngronggot Nganjuk

    30 Agustus 2026 - 20:02
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Dari Jantung Pisang ke Pasar Nasional, Kisah Diah Bangkitkan Lagi UMKM-nya Usai Pandemi

    1 September 2026 - 20:04

    Ratusan Penambang Tradisional Kediri Raya Tuntut Tunggakan Pembayaran Proyek Tol

    1 September 2026 - 19:11

    Rotasi Tiga Kapolsek, Polres Kediri Dorong Energi Baru untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

    31 Agustus 2026 - 20:22

    Wali Kota Kediri Turun Tangan Dampingi Korban Kekerasan Seksual, Minta Polisi Tegas

    31 Agustus 2026 - 20:18

    7 Atlet, 10 Medali! Ju-Jitsu Kabupaten Kediri Ukir Prestasi di Piala Gubernur Jatim 2026

    31 Agustus 2026 - 13:56
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.