Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Dari Jantung Pisang ke Pasar Nasional, Kisah Diah Bangkitkan Lagi UMKM-nya Usai Pandemi

    1 September 2026 - 20:04

    Ratusan Penambang Tradisional Kediri Raya Tuntut Tunggakan Pembayaran Proyek Tol

    1 September 2026 - 19:11

    Rotasi Tiga Kapolsek, Polres Kediri Dorong Energi Baru untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

    31 Agustus 2026 - 20:22
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Gus War Ingatkan Tekanan Ekonomi Bisa Jadi Senjata Penghancur Kedaulatan Negara

    Gus War Ingatkan Tekanan Ekonomi Bisa Jadi Senjata Penghancur Kedaulatan Negara

    Inggar Tania LaurinaInggar Tania Laurina News 22 Januari 2026 - 15:32
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH M. Anwar Iskandar mengingatkan bahwa kehancuran sebuah negara di era modern tidak selalu datang lewat senjata, melainkan melalui tekanan ekonomi. Melemahnya nilai tukar rupiah yang sempat mendekati Rp17.000 per dolar AS merupakan sinyal yang patut diwaspadai.

    Pernyataan itu disampaikan Gus War di rumahnya, Pondok Pesantren Al-Amien, Kamis (22/01). Ia menilai gejolak nilai tukar mencerminkan rapuhnya koordinasi kebijakan antara otoritas fiskal dan moneter.

    “Kalau kebijakan berjalan sendiri-sendiri, akibatnya bisa lebih berat. Untung kemarin segera diatasi,” ujar Gus War, merujuk rapat di Istana Negara yang melibatkan Menteri Keuangan, Sekretaris Negara, Gubernur Bank Indonesia, dan DPR.

    Menurut Gus War, independensi Bank Indonesia tidak boleh dimaknai sebagai kebebasan tanpa koordinasi. Tanpa sinergi yang konsisten, kebijakan fiskal dan moneter justru berpotensi menjadi bumerang bagi perekonomian nasional.

    Ia menekankan pentingnya memastikan uang negara beredar di tengah masyarakat, bukan mengendap di lembaga keuangan. Perputaran dana di sektor riil, terutama melalui UMKM, dinilai menjadi penopang utama ketahanan ekonomi rakyat.

    “Uang harus produktif. Kalau hanya disimpan dan tidak beredar, ekonomi rakyat mati,” katanya.

    Gus War juga menyoroti praktik penarikan pajak di lapangan yang dinilainya belum berpihak pada keadilan sosial. Ia mengkritik penarikan pajak terhadap pedagang kecil di pasar yang penghasilannya pas-pasan.

    “Penghasilan seratus ribu per hari belum apa-apa, sudah ditarik pajak. Ini yang perlu dikoreksi,” ujarnya.

    Menurut Gus War, pajak semestinya dipungut ketika ekonomi telah berputar dan masyarakat memiliki daya tahan. Saat ekonomi melemah, negara seharusnya hadir untuk melindungi, bukan menambah beban.

    Ia menegaskan, ekonomi rakyat yang hidup, kebijakan fiskal dan moneter yang selaras, serta pajak yang berkeadilan merupakan kunci agar ekonomi tidak berubah menjadi senjata penghancur negara, melainkan fondasi kedaulatan nasional. [tan/ang]

    Gus War kediri MUI
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleKecelakaan Beruntun Libatkan Truk, Motor, dan Bentor di Ngadiluwih Kediri, Tiga Tewas
    Next Article Satreskrim Polres Kediri Bongkar Praktik Eksploitasi Anak di Karaoke Remang-remang Pare

    Info Lainnya

    Dari Jantung Pisang ke Pasar Nasional, Kisah Diah Bangkitkan Lagi UMKM-nya Usai Pandemi

    1 September 2026 - 20:04

    Ratusan Penambang Tradisional Kediri Raya Tuntut Tunggakan Pembayaran Proyek Tol

    1 September 2026 - 19:11

    Rotasi Tiga Kapolsek, Polres Kediri Dorong Energi Baru untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

    31 Agustus 2026 - 20:22

    Wali Kota Kediri Turun Tangan Dampingi Korban Kekerasan Seksual, Minta Polisi Tegas

    31 Agustus 2026 - 20:18

    Waspada Penipuan Investasi Bodong, BRI Nganjuk Ingatkan Warga Jangan Tergiur Imbal Hasil Tinggi Tak Wajar

    31 Agustus 2026 - 13:45

    Dari Konter Sembako Jadi Agen BRILink, Rere Cell Andalan Transaksi Keuangan Warga Ngronggot Nganjuk

    30 Agustus 2026 - 20:02
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Dari Jantung Pisang ke Pasar Nasional, Kisah Diah Bangkitkan Lagi UMKM-nya Usai Pandemi

    1 September 2026 - 20:04

    Ratusan Penambang Tradisional Kediri Raya Tuntut Tunggakan Pembayaran Proyek Tol

    1 September 2026 - 19:11

    Rotasi Tiga Kapolsek, Polres Kediri Dorong Energi Baru untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

    31 Agustus 2026 - 20:22

    Wali Kota Kediri Turun Tangan Dampingi Korban Kekerasan Seksual, Minta Polisi Tegas

    31 Agustus 2026 - 20:18

    7 Atlet, 10 Medali! Ju-Jitsu Kabupaten Kediri Ukir Prestasi di Piala Gubernur Jatim 2026

    31 Agustus 2026 - 13:56
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.