Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Dari Jantung Pisang ke Pasar Nasional, Kisah Diah Bangkitkan Lagi UMKM-nya Usai Pandemi

    1 September 2026 - 20:04

    Ratusan Penambang Tradisional Kediri Raya Tuntut Tunggakan Pembayaran Proyek Tol

    1 September 2026 - 19:11

    Rotasi Tiga Kapolsek, Polres Kediri Dorong Energi Baru untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

    31 Agustus 2026 - 20:22
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Panpel Persik Kediri Panggil Komunitas Suporter, Janji Evaluasi Sistem Penjualan Tiket

    Panpel Persik Kediri Panggil Komunitas Suporter, Janji Evaluasi Sistem Penjualan Tiket

    Muhammad EdyMuhammad Edy News 6 Januari 2026 - 20:48
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan Persik Kediri akan memanggil seluruh komunitas suporter menyusul kebocoran tiket pada laga pekan ke-16 Super League 2025/2026 melawan Persib Bandung di Stadion Brawijaya, Senin (5/1/2026) malam. Pada pertandingan tersebut, ratusan pendukung tim tamu hadir dengan tiket resmi, meski penjualan seharusnya dilakukan secara terbatas melalui komunitas suporter tuan rumah.

    Ketua Panpel Persik Kediri, Tri Widodo, menegaskan pihaknya telah melakukan berbagai langkah pencegahan sebelum pertandingan digelar. Salah satunya dengan mengimbau Bobotoh agar tidak datang ke Kediri. Panpel juga mengirimkan surat resmi kepada manajemen Persib sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi yang masih melarang kehadiran suporter tim tamu.

    “Sebetulnya kami sudah wanti-wanti suporter tamu untuk tidak datang. Kami juga berkirim surat agar suporternya tidak hadir karena memang masih dilarang dan itu sudah disosialisasikan,” kata Tri Widodo.

    Widodo menjelaskan, penjualan tiket pada laga tersebut sepenuhnya diserahkan kepada komunitas suporter Persik Kediri dengan jumlah terbatas, sesuai kapasitas Stadion Brawijaya yang telah disetujui pihak keamanan. Namun, ia mengaku terkejut ketika mengetahui ratusan suporter Persib Bandung justru mengantongi tiket kategori Utama.

    “Saya juga tidak tahu kenapa suporter Persib Bandung bisa mendapatkan tiket Utama dalam jumlah ratusan,” ungkapnya.

    Panpel menduga kebocoran tiket berasal dari internal komunitas suporter tuan rumah. Bahkan, satu komunitas telah teridentifikasi menjual tiket kepada suporter tim tamu.

    “Kemarin ada satu komunitas yang ketahuan menjual tiket. Nanti seluruh komunitas akan kami panggil untuk dimintai penjelasan. Apalagi ini bukan kejadian pertama, sudah dua kali terjadi,” tegas Widodo.

    Ia menyebut, pada laga sebelumnya melawan Persis Solo, kebocoran tiket juga terjadi dengan jumlah yang cukup besar. Praktik tersebut dinilai melanggar aturan dan berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.

    “Waktu lawan Solo itu sampai 600 tiket dijual ke suporter tamu. Itu jelas tidak boleh,” ujarnya.

    Selain kebocoran tiket, Panpel juga menyoroti maraknya tiket palsu. Menurut Widodo, banyak tiket dicetak berulang kali dari file PDF, sehingga saat dipindai tidak dapat digunakan dan merugikan suporter, termasuk Persik Mania.

    “Banyak tiket palsu karena file PDF dicetak berkali-kali. Akibatnya, saat discan tidak bisa digunakan karena sudah terpakai,” jelasnya.

    Terkait kejadian tersebut, Panpel Persik Kediri memastikan akan memanggil seluruh komunitas suporter dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem penjualan tiket, terutama untuk laga besar.

    “Ini menjadi bahan evaluasi. Ke depan, mungkin akan dicoba formula lain, seperti penggunaan barcode, gelang, atau sistem berbeda, karena setiap laga big match selalu muncul persoalan tiket,” pungkasnya.

    Persib Bandung Persik Kediri Stadion Brawijaya Kediri
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleSidang Persetubuhan Anak di Kediri, Terdakwa Akui Perbuatan dan Bertanggung Jawab
    Next Article Sidang Gugatan Wanprestasi Perumahan Griya Keraton Kediri, Kuasa Hukum Tegaskan Bukan Cari Untung

    Info Lainnya

    Dari Jantung Pisang ke Pasar Nasional, Kisah Diah Bangkitkan Lagi UMKM-nya Usai Pandemi

    1 September 2026 - 20:04

    Ratusan Penambang Tradisional Kediri Raya Tuntut Tunggakan Pembayaran Proyek Tol

    1 September 2026 - 19:11

    Rotasi Tiga Kapolsek, Polres Kediri Dorong Energi Baru untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

    31 Agustus 2026 - 20:22

    Wali Kota Kediri Turun Tangan Dampingi Korban Kekerasan Seksual, Minta Polisi Tegas

    31 Agustus 2026 - 20:18

    Waspada Penipuan Investasi Bodong, BRI Nganjuk Ingatkan Warga Jangan Tergiur Imbal Hasil Tinggi Tak Wajar

    31 Agustus 2026 - 13:45

    Dari Konter Sembako Jadi Agen BRILink, Rere Cell Andalan Transaksi Keuangan Warga Ngronggot Nganjuk

    30 Agustus 2026 - 20:02
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Dari Jantung Pisang ke Pasar Nasional, Kisah Diah Bangkitkan Lagi UMKM-nya Usai Pandemi

    1 September 2026 - 20:04

    Ratusan Penambang Tradisional Kediri Raya Tuntut Tunggakan Pembayaran Proyek Tol

    1 September 2026 - 19:11

    Rotasi Tiga Kapolsek, Polres Kediri Dorong Energi Baru untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

    31 Agustus 2026 - 20:22

    Wali Kota Kediri Turun Tangan Dampingi Korban Kekerasan Seksual, Minta Polisi Tegas

    31 Agustus 2026 - 20:18

    7 Atlet, 10 Medali! Ju-Jitsu Kabupaten Kediri Ukir Prestasi di Piala Gubernur Jatim 2026

    31 Agustus 2026 - 13:56
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.